Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Puji Willy Aditya, Selain Lantang, Ini Dua Aksi Tepat Ketua Komisi XIII DPR-RI Tersebut Soal Lapas Di Rapat Komisi DPR-RI Yang Diberi Jempol JAM-HMI (Jaringan Alumni Muda HMI) Puji Willy Aditya, Selain Lantang, Ini Dua Aksi Tepat Ketua Komisi XIII DPR-RI Tersebut Soal Lapas Di Rapat Komisi DPR-RI Yang Diberi Jempol JAM-HMI (Jaringan Alumni Muda HMI)

Puji Willy Aditya, Selain Lantang, Ini Dua Aksi Tepat Ketua Komisi XIII DPR-RI Tersebut Soal Lapas Di Rapat Komisi DPR-RI Yang Diberi Jempol JAM-HMI (Jaringan Alumni Muda HMI)

Redaksi APN
Redaksi APN
28 Sep, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 

Keterangan Gambar : Ketua Komisi XIII Willy Aditya

Jakarta - Amas Persada News -Ketegasan Ketua Komisi XIII Di Rapat mengikuti pendapat 
Sejumlah anggota memprotes ketidakhadiran Ombudsman dinilai langkah tegas oleh Jaringan Alumni Muda HMI (JAM-HMI). Ketua Komisi XIII DPR-RI Willy Aditya soal ketakhadiran Ombudsman kala itu bertanya kepada fraksi yang hadir. Rapat diputuskan untuk dilanjutkan tanpa kehadiran Ombudsman.

"Sekarang arena Ombudsman tidak bisa datang atau tidak datang tepatnya, maka kemudian kita langsung ke mitra kita Dirjen PAS untuk memberikan penjelasan terkait dengan apa yang boleh dibilang perkembangan terakhir yang dilakukan oleh Ombudsman," kata Willy.

Willy menurut JAM-HMI (Jaringan Alumni Muda HMI) sangat serius sekali mengajak legislatif dan eksekutif membuahkan kebijakan yang lebih baik bagi Lapas kedepan.

"Ini satu dari dua aksi jempol Ketua Komisi XIII terkait persoalan Lapas saat ini"tegas Abdullah Amas, Koordinator Pimpinan Nasional Jaringan Alumni Muda Himpunan Mahasiswa Islam (JAM-HMI)

Dua, Mendorong Rutan yang lebih manusiawi

Selain itu JAM-HMI mengapresiasi langkah berikutnya Komisi XIII DPR-RI soal upaya mendorong Rutan yang lebih baik.
 Ketua Komisi XIII DPR-RI Willy Aditya Dorong Lapas Jadi Ruang Hidup Masyarakat Binaan
Willy menilai, aspek literasi dan edukasi harus ditempatkan sebagai jangkar utama dalam membangun interaksi sosial yang sehat di dalam lapas, mulai dari pemahaman kebersihan, pola hidup sehat, hingga pemenuhan kebutuhan privat warga binaan.

 Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya mendorong perubahan paradigma mendasar dalam tata kelola Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia. Ia menegaskan bahwa lapas harus difungsikan sebagai ruang hidup dan ruang tumbuh yang memanusiakan warga binaan, bukan sekadar tempat menjalani pemenjaraan atau hukuman fisik semata.

Willy menilai, aspek literasi dan edukasi harus ditempatkan sebagai jangkar utama dalam membangun interaksi sosial yang sehat di dalam lapas, mulai dari pemahaman kebersihan, pola hidup sehat, hingga pemenuhan kebutuhan privat warga binaan.Akses Ensiklopedia Online

"Jadi basisnya adalah sejauh apa kita menjadikan literasi sebagai jangkar utama dari relasi sosial hidup di dalam ruang yang bernama lapas ini," kata Willy dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Senin, 28 September 2026.

Willy mengungkapkan bahwa Komisi XIII tengah menggodok regulasi pemasyarakatan yang saintifik dan berbasis data (evidence-based policy) dengan melibatkan lintas pakar. Langkah ini krusial agar kebijakan yang dibuat relevan menjawab dinamika dan persoalan nyata di dalam lapas.

Salah satu gagasan konkret yang dibahas adalah penyediaan fasilitas bilik keluarga (visiting room) bagi warga binaan sebagai bagian dari pemenuhan hak-hak dasar manusia.

"Konsepnya bukan pemenjaraan, tapi warga binaan di dalam lembaga pemasyarakatan. Kita sudah menggunakan konsep pemasyarakatan yang menjadi ruang hidup, ruang tumbuh yang kemudian memanusiakan secara normal kembali," ujarnya.Dapatkan Kalender Digital

Dari sisi layanan kesehatan, Willy menginstruksikan agar tenaga medis di lingkungan pemasyarakatan lebih proaktif mengedepankan tindakan pencegahan (preventif) ketimbang sekadar mengobati (kuratif).

Ia mendorong para petugas kesehatan lapas dapat memproduksi konten-konten edukasi sederhana dan komunikatif untuk warga binaan, mencakup panduan pola hidup bersih, olahraga, hingga pencegahan penyakit menular.

"Lebih penting dokter bertugas bukan menyembuhkan orang atau mengobati, tapi proaktif membuat konten-konten edukasi literasi tentang hidup sehat. Klinik itu hanya untuk penanganan darurat, tapi membangun kebiasaan hidup sehat yang paling utama," pungkas Willy.

Ketiga, Pemenuhan Literasi Di Rutan

Terkait pemenuhan literasi Lapas, Jaringan Alumni Muda HMI (JAM-HMI) menegaskan bahwa itu sudah "kerja peradaban" yang kontinyue dilakukan oleh Ketua Komisi XIII Tersebut yang sudah sejak dulu memiliki concren terhadap dunia literasi terlebih dunia baca masyarakat

"Pak Willy sosok yang ingin akal-akal raksasa terbangun dimanapun dengan memperkuat budaya literasi, ini patut diapresiasi"tegas Amas



 Yuk simak ulasan lengkap rilis media lain terkait aksi terbaru Willy Aditya ;


JAM-HMI Dan Amas Sebut Ketua Komisi XIII DPR-RI Gelombang Nurani di Senayan: Kala Willy Aditya Menghadang Kursi Kosong Ombudsman dan Menyalakan Fajar Peradaban di Balik Tembok Lapas

Di bawah kubah megah Nusantara, ruang sidang Komisi XIII DPR RI mendadak senyap ketika palu kepemimpinan diketuk. Ada ketegangan yang merambat di udara, bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan pertarungan nurani. Di hadapan meja pimpinan, sebuah kursi kosong milik Ombudsman terpampang telanjang—absen tanpa kabar di tengah badai persoalan lembaga pemasyarakatan yang kian meruncing.

Bagi sebagian orang, kekosongan itu bisa disikapi dengan tawa kecut atau penundaan administratif yang membosankan. Namun, tidak bagi Willy Aditya.

Dengan gaya bertutur yang lugas dan tatapan tajam, Ketua Komisi XIII DPR RI itu memilih jalan lain. Tanpa ragu, ia menoleh ke arah fraksi-fraksi yang hadir, menggalang mufakat kilat, dan memutuskan satu hal: roda pengawasan tidak boleh berhenti hanya karena sebelah pihak mangkir.

"Sekarang arena Ombudsman tidak bisa datang atau tidak datang tepatnya, maka kemudian kita langsung ke mitra kita Dirjen PAS untuk memberikan penjelasan," ujar Willy di tengah ruang sidang yang bergeming.

Sikap tegas tanpa kompromi inilah yang menggetarkan nurani publik, termasuk Jaringan Alumni Muda HMI (JAM-HMI). Bagi mereka, langkah tersebut bukan sekadar manuver politik, melainkan wujud nyata keberanian moral seorang legislator yang menolak tunduk pada birokrasi yang lelet.

Menghapus Stigma, Merawat Kemanusiaan
Ketegasan di ruang sidang rupanya hanyalah mukaddimah. Di luar panggung debat parlemen, Willy melangkah lebih jauh, membongkar akar persoalan yang selama ini dianggap tabu: wajah lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia.

Selama puluhan tahun, penjara kerap diidentikkan dengan lorong-lorong kelam tempat menghukum raga, melupakan bahwa di baliknya terdapat manusia yang tengah mencari jalan pulang. Willy datang membawa gagasan radikal: memerdekakan Lapas dari jerat bilik penderitaan dan menyulapnya menjadi ruang hidup serta ruang tumbuh yang manusiawi.

Di sinilah letak aksi tepat kedua yang mendapat jempol dari JAM-HMI. Willy menempatkan literasi, edukasi, dan kesehatan preventif sebagai jangkar utama pemasyarakatan. Ia tidak ingin dokter di dalam lapas hanya duduk menunggu orang sakit; ia menuntut mereka menjadi agen perubahan yang memproduksi kesadaran pola hidup sehat. Lebih jauh lagi, wacana penyediaan bilik keluarga (visiting room) digulirkan bukan sebagai fasilitas mewah, melainkan sebagai pengakuan atas hak-hak dasar kemanusiaan yang paling fundamental.

"Konsepnya bukan pemenjaraan, tapi warga binaan di dalam lembaga pemasyarakatan. Kita sudah menggunakan konsep pemasyarakatan yang menjadi ruang hidup, ruang tumbuh yang kemudian memanusiakan secara normal kembali," tutur politisi berakal tajam itu.

Kerja Peradaban Sang Pembaca
Bagi kalangan muda, apa yang diperjuangkan Willy Aditya bukanlah tetesan air di atas batu panas. Jaringan Alumni Muda HMI (JAM-HMI) melihat rekam jejak ini sebagai sebuah kesinambungan—sebuah "kerja peradaban" yang telah ditekuni Willy jauh sebelum ia menduduki kursi pimpinan komisi.

Koordinator Pimpinan Nasional JAM-HMI, Abdullah Amas, menegaskan bahwa kepedulian Willy terhadap dunia literasi bukanlah gimik musiman. Di mata Amas, Willy adalah sedikit dari politisi di Senayan yang masih gelisah melihat tumpulnya daya baca dan matinya tradisi berpikir kritis di tengah masyarakat.

"Pak Willy sosok yang ingin akal-akal raksasa terbangun di manapun dengan memperkuat budaya literasi, ini patut diapresiasi," tegas Amas penuh keyakinan.

 apa yang dipertontonkan Willy Aditya menyalakan secercah harapan. Ia membuktikan bahwa kekuasaan, di tangan orang yang tepat, bisa menjelma menjadi alat pembebasan—menghadang birokrasi yang mangkir, sekaligus merawat asa mereka yang terasing di balik jeruji besi.

Sementara itu Plh Ketua Umum Aliansi Madura Asli (AMAS) Kiki Mufida mengapresiasi kiprah Willy Aditya dalam mengharumkan nama Madura Dapil Willy. "Madura telah memberikan yang terbaik dengan menghadirkan sosok DPR-RI berkualitas, terimakasih kepada Warga Madura dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh telah memberikan Putra Terbaik bangsa yang peduli akan dunia literasi di Senayan yang itu menandakan Surya Paloh dan Warga Madura turut membangun peradaban Bangsa dengan hadirkan DPR-RI pro dunia literasi"tegas Kiki
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

JAM-HMI (Jaringan Alumni Muda HMI) Sebut Ketua Komisi XIII DPR-RI Gelombang Nurani di Senayan: Kala Willy Aditya Menghadang Kursi Kosong Ombudsman dan Menyalakan Fajar Peradaban di Balik Tembok Lapas

Redaksi APN- September 28, 2026 0
JAM-HMI (Jaringan Alumni Muda HMI) Sebut Ketua Komisi XIII DPR-RI Gelombang Nurani di Senayan: Kala Willy Aditya Menghadang Kursi Kosong Ombudsman dan Menyalakan Fajar Peradaban di Balik Tembok Lapas
JAM-HMI (Jaringan Alumni Muda HMI) Sebut Ketua Komisi XIII DPR-RI Gelombang Nurani di Senayan: Kala Willy Aditya Menghadang Kursi Kosong Ombudsman dan Menyala…

Berita Populer

Recent Comments

Berita Pilihan

Trending News

Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak