Elektabilitas PSI Stagnan Dan KPK Sita Uang 3,5 M Dari Ketua Harian PSI, Dua Kabar Buruk PSI
Jakarta-Amas Persada News - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sebesar Rp3,5 miliar dari Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) periode 2025–2030, Ahmad Ali. Penyitaan uang tersebut merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan gratifikasi produksi batu bara di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Lembaga antirasuah, tengah mengurai benang kusut aliran dana serta dugaan pungutan terkait jasa pengamanan jalur angkut atau hauling batu bara dari lokasi tambang menuju dermaga.
Penyitaan dilakukan penyidik KPK setelah menemukan indikasi kuat bahwa uang bernilai miliaran rupiah itu berkaitan erat dengan praktik rasuah yang tengah diusut. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi, penyidik memiliki keyakinan dasar mengenai asal-usul uang yang disita dari mantan Wakil Ketua Umum DPP NasDem yang juga dikenal memiliki rekam jejak bisnis di sektor pertambangan nikel di Sulawesi Tengah tersebut.
"Atas uang-uang yang sudah dilakukan penyitaan oleh penyidik, artinya ada keyakinan bahwa uang-uang itu memang diduga terkait ataupun bersumber dari dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan penyidikan di wilayah Kukar," ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Penyidikan tidak sekadar berfokus pada figur perorangan, melainkan merambah ke pola bisnis operasional tambang di lapangan. Budi menjelaskan, pendalaman terhadap Ahmad Ali mencakup eksplorasi mekanisme jasa pendukung holding hingga pengamanan jalur distribusi batu bara. Jalur hauling menjadi fasilitas krusial untuk mengangkut hasil tambang dari lokasi eksplorasi (site) menuju dermaga sebelum didistribusikan ke berbagai pihak.
Elektabilitas psi stagnan
Kabar buruk kedua menimpa PSI, Berdasarkan laporan Tempo.co, elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai masih rendah dan belum terkerek secara signifikan meskipun Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) aktif melakukan safari politik atau blusukan ke berbagai daerah. [1] (https://x.com/tempodotco/status/2088264384913252438), [2] (https://www.tempo.co/politik/elektabilitas-psi-rendah-jokowi-effect-mulai-luntur--2281849), [3] (https://rmol.id/politik/read/2026/08/09/717629/survei-elektabilitas-psi-mandek-meski-jokowi-sudah-rajin-blusukan)Berikut adalah poin-poin utama terkait fenomena tersebut:Angka Elektabilitas Rendah: Berdasarkan hasil sejumlah lembaga survei pada pertengahan 2026, elektabilitas PSI berada di kisaran 1,9 persen hingga sekitar 2-4 persen, yang menunjukkan bahwa angka tersebut masih cenderung stagnan atau mandek jika dibandingkan dengan target lolos ke Senayan pada Pemilu 2029. [1] (https://x.com/tempodotco/status/2088264384913252438), [2] (https://rmol.id/politik/read/2026/08/09/717629/survei-elektabilitas-psi-mandek-meski-jokowi-sudah-rajin-blusukan)"Jokowi Effect" Dipertanyakan: Meskipun Jokowi gencar bersafari politik dan mendekatkan diri dengan publik untuk mendongkrak dukungan terhadap PSI, dampaknya dinilai belum maksimal atau bahkan dipertanyakan efektivitasnya dalam menaikkan suara partai secara drastis dalam waktu singkat. [


Posting Komentar