Amas Sebut Ada Sihir Dajjal Dibalik Demonstran Dari Daerah Yang Mau Buat Kerusuhan Di Jakarta, Padahal Di Pati Sendiri Warganya Ingin Damai
Amas Sebut Ada Sihir Dajjal Dibalik Demonstran Dari Daerah Yang Mau Buat Kerusuhan Di Jakarta, Padahal Di Pati Sendiri Warganya Ingin Damai
"Mengapresiasi POLRI yang telah bertindak tegas ke Demonstran Yang Mau Buat Kerusuhan di Ibukota. Mereka Demonstran Yang Berniat Melakukan Kerusuhan Adalah Orang-Orang Yang Hendak Berbuat Kerusakan Dan Terkena Sihir Dajjal Untuk Mengganggu Masyarakat"
-Abdullah Amas-
Ketua Umum FORPETA (Forum Pemuda Kelahiran Jakarta)
Koordinator Jaringan Kelanjutan Perjuangan Alumni 212 (JKPA-212)
Statment itu disampaikan oleh Abdullah Amas, Ketua Umum FORPETA (Forum Pemuda Kelahiran Jakarta) kepada Media.
"Kita harus jaga damainya Ibukota. Itu orang marah semua loh, Ormas Betawi marah, ini ada orang luar daerah mau rusak Jakarta"tegas Amas
Amas menyebut di Pati sendiri muncul deklarasi Pati Damai yang dihadiri lintas Ormas. "Warga Pati sendiri ingin damai nah ini ada sebagian orang sana mau ke Jakarta kelihatan kalau mereka kasihan sekali kena sihir Dajjal mau buat kerusakan"tegas Amas
"Kita harus jaga damainya Ibukota. Itu orang marah semua loh, Ormas Betawi marah, ini ada orang luar daerah mau rusak Jakarta."
— Abdullah Amas, Ketua Umum FORPETA
Alarm dari Menteng dan Ketegasan Aparat
Ya, Ibukota kembali berada dalam pusaran ketegangan. Di tengah dinamika politik dan sosial yang kian memanas, suara-suara penegasan dari elemen masyarakat sipil bergemuruh keras. Ketua Umum Forum Pemuda Kelahiran Jakarta (FORPETA sekaligus Koordinator Jaringan Kelanjutan Perjuangan Alumni 212 / JKPA-212), Abdullah Amas, melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepolisian Republik Indonesia (POLRI). Langkah tegas aparat penegak hukum dalam membendung serta menindak pihak-pihak yang berniat memantik kerusuhan di jantung negara dinilai sebagai harga mati untuk menjaga stabilitas nasional.
Bagi Amas, Jakarta bukan sekadar pusat pemerintahan, melainkan rumah bersama yang harus dilindungi dari rongrongan kelompok provokatif. Dalam pandangannya, aksi unjuk rasa yang bergeser menjadi niat merusak fasilitas umum dan memecah belah keharmonisan warga merupakan bentuk ancaman nyata yang harus disikapi tanpa kompromi.
Gema Perdamaian Lintas Daerah
Ketegasan serupa tidak hanya berpusat di Jakarta. Gelombang penolakan terhadap narasi perusakan dan kekacauan juga menggema dari berbagai daerah penyangga maupun wilayah kultural lainnya. Amas mencontohkan bagaimana masyarakat di Pati, Jawa Tengah, belum lama ini menggelar deklarasi Pati Damai yang melibatkan lintas organisasi masyarakat.
"Warga Pati sendiri ingin damai, nah ini ada sebagian orang sana mau ke Jakarta, kelihatan kalau mereka kasihan sekali... mau buat kerusakan," ujar Amas dengan nada prihatin bercampur geram, menyoroti kontras antara kehendak damai masyarakat dengan agenda terselubung para provokator.
Menjaga Marwah Ibu Kota dari Ancaman Disrupsi
Langkah cepat POLRI dalam mengantisipasi potensi eskalasi massa yang membawa agenda destruktif mendapatkan apresiasi luas dari berbagai tokoh masyarakat. Kehadiran aparat di titik-titik krusial ibukota menjadi benteng pertahanan terakhir agar aktivitas sosial dan ekonomi warga tidak lumpuh oleh kepentingan kelompok tertentu.
FORPETA dan JKPA-212 menegaskan bahwa elemen masyarakat Betawi dan warga asli Jakarta tidak akan tinggal diam jika tanah kelahiran mereka dijadikan arena pertikaian oleh pihak-pihak luar yang tidak bertanggung jawab. Stabilitas keamanan nasional tetap menjadi prioritas utama di atas segalanya



Posting Komentar