Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Prof. Sufmi Dasco Membaca Hati, Jejak Sang Wakil Ketua DPR-RI Prof. Sufmi Dasco Membaca Hati, Jejak Sang Wakil Ketua DPR-RI

Prof. Sufmi Dasco Membaca Hati, Jejak Sang Wakil Ketua DPR-RI

Redaksi APN
Redaksi APN
20 Jul, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


 Prof. Sufmi Dasco Membaca Hati, Jejak Sang Wakil Ketua DPR-RI 


Dikutip dari

Indopolitika.com


Mengenal Arsitek Pengendali Senayan: Sufmi Dasco Ahmad

INDOPOLITIKA

Jumat, 17/07/2026 | 8:07 pm



Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.

 

INDOPOLITIKA – Di dalam dunia politik, ada dua jenis pemimpin. Yang pertama adalah mereka yang membangun pengaruh melalui panggung-panggung terbuka, pidato yang menggelegar, dan sorotan kamera yang terus mengikuti setiap langkahnya.


Yang kedua adalah mereka yang memilih bekerja dalam kesunyian, membangun kepercayaan sedikit demi sedikit, menjahit komunikasi yang retak, lalu memastikan keputusan-keputusan besar lahir tanpa kegaduhan yang berlebihan.


Sufmi Dasco Ahmad termasuk dalam kelompok kedua. Ia bukan politikus yang identik dengan retorika tinggi atau kontroversi yang sengaja dipelihara untuk menaikkan popularitas. Justru kekuatannya berada pada kemampuan mengendalikan dinamika tanpa harus selalu menjadi pusat perhatian. Di Senayan, banyak keputusan besar lahir melalui proses komunikasi yang panjang. Dalam proses itulah nama Dasco sering disebut sebagai salah satu tokoh yang mampu menjaga agar percakapan politik tetap berjalan ketika jalan buntu mulai terlihat.


Tumbuh dari Nilai Kesederhanaan


Sufmi Dasco Ahmad lahir di Bandung pada 7 Oktober 1967. Latar belakang budaya Sunda yang melekat pada dirinya bukan sekadar identitas geografis, melainkan turut membentuk watak politiknya. Budaya Sunda mengajarkan pentingnya tata krama, penghormatan kepada orang lain, kemampuan menjaga harmoni, dan kecakapan berbicara pada tempatnya. Nilai-nilai semacam itu tampak dalam gaya politik.


Dasco yang relatif tenang dan tidak mudah larut dalam pertikaian personal. Ia lebih sering terlihat sebagai pendengar yang baik daripada pembicara yang tergesa-gesa menyampaikan penilaian. Dalam dunia politik yang sering dipenuhi ledakan emosi, karakter seperti ini menjadi modal yang tidak mudah ditemukan.


Meski lahir di Bandung, akar keluarga Sufmi Dasco Ahmad sesungguhnya membentang ke Pulau Sumatra. Dari garis ayah, ia berasal dari keluarga berdarah Lampung. Sementara dari garis ibu, darah Komering mengalir dari Desa Menanga Besar, Kecamatan Semendawai Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Kombinasi dua akar budaya ini membentuk identitas yang khas: masyarakat Lampung dikenal menjunjung kehormatan keluarga dan komitmen, sedangkan masyarakat Komering dikenal teguh memegang adat, kerja keras, serta kuat menjaga hubungan kekerabatan.


Dalam perjalanan hidupnya hubungan emosional dengan tanah leluhur tidak pernah benar-benar terputus. Warga Menanga Besar masih mengenal keluarga ibundanya, bahkan rumah keluarga dari garis ibu masih berdiri di desa tersebut. Setiap Iduladha, Dasco secara rutin mengirimkan sapi kurban sebagai bentuk penghormatan kepada kampung halaman ibunya. Tradisi itu bukan sekadar bantuan sosial, melainkan simbol bahwa sejauh apa pun seseorang melangkah, akar keluarga tetap menjadi tempat ia berpijak.


Darah Lampung, Jiwa Komering


Selain akar tadi, ada akar lain pada dirinya: dari garis ayah, ia berasal dari keluarga berdarah Lampung. Sementara dari garis ibu, ia memiliki garis keturunan Komering. Dua latar budaya itu, ikut membentuk watak politiknya. Budaya Lampung mengenal nilai piil pesenggiri, sebuah falsafah tentang harga diri, kehormatan, tanggung jawab, dan penghormatan kepada orang lain. Sementara masyarakat Komering dikenal memiliki karakter pekerja keras, teguh memegang komitmen, serta menjaga hubungan kekeluargaan hingga lintas generasi. Perpaduan dua karakter itulah yang tampak mewarnai perjalanan hidup dan politik Dasco.


Tidak Pernah Melupakan Akar


Banyak orang yang semakin tinggi jabatannya justru semakin jauh dari tanah kelahirannya. Dasco memilih jalan berbeda. Hubungan emosionalnya dengan kampung halaman keluarga di OKU Timur tetap terpelihara. Warga Desa Menanga Besar masih mengenal keluarga ibunya. Rumah keluarga masih berdiri sebagai penanda bahwa akar sejarah tidak pernah benar-benar hilang. Hampir setiap Iduladha, ia mengirimkan sapi kurban ke desa tersebut. Bagi sebagian orang, mungkin itu hanyalah bantuan sosial. Namun tindakan itu memiliki makna yang lebih dalam: penghormatan kepada asal-usul. Sebab seseorang yang menghormati akarnya biasanya lebih mudah menghargai perjalanan hidup orang lain.


Politik yang Berangkat dari Nilai Keluarga


Dalam banyak kesempatan, politik dipersepsikan sebagai arena perebutan kekuasaan. Namun bagi sebagian orang, politik justru merupakan kelanjutan dari nilai-nilai yang telah ditanamkan keluarga sejak kecil. Kesetiaan kepada sahabat, penghormatan kepada orang yang lebih tua, menjaga ucapan, dan tidak mudah mengingkari janji merupakan nilai yang lahir jauh sebelum seseorang mengenal partai politik. Dalam perjalanan Dasco, nilai-nilai itu tetap terbawa hingga memasuki gelanggang politik nasional. Mungkin itulah sebabnya ia lebih memilih menyelesaikan persoalan melalui komunikasi daripada konfrontasi. Ia memahami bahwa hubungan antarmanusia jauh lebih panjang daripada satu periode kekuasaan.


Membawa Adat ke Dunia Politik


Budaya Nusantara selalu mengajarkan bahwa seseorang tidak hanya membawa nama dirinya sendiri, tetapi juga membawa nama keluarga dan leluhurnya. Kesadaran semacam itu membuat seseorang lebih berhati-hati dalam bertindak. Dalam dunia politik yang sering dipenuhi pertarungan kepentingan, karakter seperti ini menjadi pembeda. Dasco tidak dikenal sebagai politikus yang gemar menyerang pribadi lawan. Ia lebih sering berbicara mengenai substansi persoalan dibanding memperpanjang konflik personal. Sikap itu mencerminkan seseorang yang memahami bahwa menjaga kehormatan tidak harus dilakukan dengan menjatuhkan kehormatan orang lain.


Dari Kampung ke Senayan


Perjalanan dari akar keluarga di Sumatra hingga menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di Senayan bukanlah perjalanan yang dibangun dalam semalam. Ia adalah hasil dari proses panjang, pendidikan, pengalaman profesional, konsistensi berorganisasi, serta kemampuan membangun kepercayaan. Di balik jabatan Wakil Ketua DPR dan Ketua Harian Partai Gerindra, tetap ada seorang anak yang berasal dari keluarga biasa, yang membawa nilai-nilai kampung halaman ke dalam cara berpikirnya.


Barangkali di situlah letak kekuatan seorang Sufmi Dasco Ahmad. Semakin tinggi posisinya dalam politik nasional, semakin kuat pula ia berusaha menjaga hubungan dengan akar yang membesarkannya. Karena seorang yang lupa asal-usulnya akan mudah kehilangan arah, sedangkan seorang yang selalu mengingat dari mana ia berasal akan lebih mudah menentukan ke mana ia harus melangkah.


Pendidikan Membentuk Cara Berpikir


Perjalanan akademik Dasco menunjukkan bahwa dirinya tidak hanya dibentuk oleh pengalaman politik, tetapi juga oleh proses belajar yang panjang. Ia mengenal dunia teknik sebelum kemudian mendalami ilmu hukum hingga mencapai jenjang doktor. Perpaduan dua disiplin ilmu tersebut melahirkan cara berpikir yang sistematis sekaligus normatif. Dunia teknik mengajarkan logika dan penyelesaian masalah secara terstruktur, sedangkan dunia hukum membentuk ketelitian membaca aturan, memahami batas kewenangan, dan mengukur konsekuensi dari setiap keputusan.


Dalam politik modern, perpaduan seperti ini merupakan modal yang penting karena seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu mengambil keputusan, tetapi juga memastikan keputusan itu memiliki landasan yang kuat.


Sekolah Politik Sebelum Menjadi Politikus


Tidak semua pengalaman politik diperoleh dari partai politik. Sebelum aktif di parlemen, Dasco telah lebih dahulu menjalani profesi sebagai advokat dan aktif dalam dunia usaha. Dua dunia itu mempertemukannya dengan beragam karakter manusia, kepentingan yang saling bertabrakan, serta situasi yang menuntut kemampuan bernegosiasi. Dunia advokasi mengajarkan pentingnya mendengar sebelum berbicara, memahami posisi semua pihak sebelum mengambil kesimpulan, dan mencari penyelesaian yang dapat diterima bersama.


Sementara dunia usaha membentuk kemampuan mengelola organisasi, membaca risiko, dan mengambil keputusan secara cepat namun tetap terukur. Pengalaman-pengalaman tersebut menjadi sekolah politik yang sesungguhnya sebelum ia memasuki gelanggang kekuasaan nasional.


Kesetiaan Bukan Sekadar Bertahan


Dalam dunia politik, kesetiaan sering kali diuji oleh perubahan situasi. Ketika kekuasaan menjauh, tidak sedikit orang memilih berpindah haluan. Ketika peluang baru terbuka, banyak pula yang meninggalkan komitmen lama demi kepentingan sesaat. Salah satu karakter yang menonjol dari Dasco adalah konsistensinya mendampingi perjalanan politik Prabowo Subianto sejak masa-masa awal Partai Gerindra. Kesetiaan seperti ini bukan sekadar bertahan dalam hubungan personal, melainkan kesediaan untuk tetap memikul tanggung jawab ketika keadaan sedang sulit. Loyalitas tidak diukur saat kemenangan datang, melainkan ketika perjuangan masih dipenuhi ketidakpastian.


Loyalitas yang Tidak Berisik


Ada orang yang setiap hari berbicara tentang loyalitas, tetapi menghilang ketika badai datang. Ada pula yang jarang berbicara mengenai kesetiaan, tetapi kehadirannya selalu dapat diandalkan pada saat-saat penting. Dasco tampaknya lebih dekat dengan kelompok kedua. Ia tidak dikenal sebagai politikus yang gemar mengumumkan pengabdiannya melalui kata-kata besar. Loyalitasnya lebih tampak melalui konsistensi bekerja, menjaga organisasi, mengawal keputusan, dan memastikan roda partai tetap berjalan. Dalam organisasi sebesar Partai Gerindra, karakter seperti ini menjadi salah satu fondasi yang menjaga stabilitas internal.


Menghormati Lawan Politik


Salah satu pelajaran penting dalam demokrasi adalah membedakan lawan politik dengan musuh pribadi. Kompetisi memang melahirkan perbedaan, tetapi tidak harus melahirkan kebencian. Dalam berbagai dinamika politik nasional, Dasco relatif dikenal sebagai figur yang mampu menjaga hubungan komunikasi dengan banyak tokoh lintas partai. Perbedaan pandangan tidak membuat pintu dialog tertutup. Justru komunikasi terus dipelihara karena politik pada akhirnya adalah seni menemukan titik temu. Kemampuannya menjaga silaturahmi politik inilah yang membuat Dasco dapat diterima oleh berbagai kelompok meskipun mereka berada dalam posisi politik yang berbeda.


Politik Tanpa Dendam


Barangkali salah satu penyakit terbesar dalam politik adalah dendam. Ketika dendam menjadi dasar pengambilan keputusan, maka yang lahir bukan lagi kebijakan untuk kepentingan rakyat, melainkan pelampiasan emosi. Kesan yang muncul dari perjalanan politik Dasco adalah kecenderungannya untuk tidak memelihara konflik secara berkepanjangan. Kompetisi selesai ketika keputusan politik telah diambil. Setelah itu, komunikasi kembali dibangun demi kepentingan yang lebih besar. Politik yang sehat bukanlah politik yang menghapus perbedaan, melainkan politik yang mampu hidup berdampingan di tengah perbedaan.


Merangkul Tanpa Kehilangan Wibawa


Kemampuan merangkul sering disalahartikan sebagai kelemahan. Padahal merangkul bukan berarti menyerah. Merangkul adalah kemampuan mengajak orang lain bekerja bersama tanpa kehilangan prinsip. Dalam kepemimpinan, wibawa bukan dibangun melalui kemarahan, melainkan melalui kepercayaan. Orang mengikuti seorang pemimpin bukan semata-mata karena takut, tetapi karena yakin bahwa pemimpin tersebut mampu membawa organisasi menuju tujuan yang sama. Dasco memperlihatkan gaya kepemimpinan yang lebih banyak mengandalkan komunikasi daripada intimidasi. Ia membuka ruang dialog, tetapi tetap menjaga disiplin terhadap keputusan yang telah disepakati.


Membaca Situasi Sebelum Bertindak


Kecepatan mengambil keputusan memang penting. Namun lebih penting lagi adalah kemampuan membaca situasi sebelum bertindak. Banyak persoalan politik menjadi rumit bukan karena keputusan yang salah, melainkan karena keputusan diambil pada waktu yang keliru. Dalam pandangan penulis, Dasco memiliki kecenderungan untuk lebih dahulu memetakan persoalan, memahami posisi semua pihak, kemudian menentukan langkah yang paling memungkinkan menghasilkan jalan keluar. Sikap seperti ini sering membuatnya tampak tenang di tengah situasi yang penuh tekanan. Bukan karena persoalannya sederhana, tetapi karena ia memilih memahami keadaan sebelum bereaksi.


Arsitek Komunikasi Politik


Sebagian besar publik mengenal politik melalui pidato di televisi atau perdebatan di ruang sidang. Padahal, jauh sebelum semua itu terjadi, terdapat proses komunikasi yang panjang di balik layar. Ada negosiasi, ada penyamaan persepsi, ada pencarian titik temu, dan ada upaya meredam perbedaan agar keputusan tetap dapat diambil. Dalam proses-proses seperti itulah peran Dasco sering disebut menonjol. Ia lebih banyak bekerja sebagai penghubung antarkelompok dibanding tampil sebagai tokoh utama yang mengejar sorotan publik. Peran tersebut membuat banyak kalangan menjulukinya sebagai salah satu arsitek politik di Senayan.


Ketangguhan Tidak Selalu Ditunjukkan dengan Suara Keras


Dalam kehidupan politik, orang sering mengira ketegasan identik dengan suara tinggi dan sikap keras. Padahal ketangguhan sejati justru tampak pada kemampuan tetap tenang ketika menghadapi tekanan. Pemimpin yang mampu mengendalikan dirinya biasanya juga lebih mudah mengendalikan keadaan. Dasco menunjukkan bahwa ketenangan bukanlah tanda kelemahan. Justru dari ketenangan itulah lahir keputusan-keputusan yang lebih matang. Ia tidak tergesa-gesa menanggapi setiap isu. Ia memilih menimbang, mendengar, lalu berbicara ketika waktunya memang telah tiba.


Mengapa Disebut “Si Kancil”?


Di lingkungan Partai Gerindra, Prabowo Subianto pernah menyebut Dasco dengan julukan “Si Kancil.” Julukan itu menarik karena kancil dalam tradisi Nusantara bukan digambarkan sebagai hewan yang paling besar atau paling kuat. Kancil dikenal karena kecerdikan, kemampuan membaca situasi, serta kecakapannya mencari jalan keluar dari persoalan yang rumit. Dalam politik, kecerdasan semacam ini sering kali jauh lebih berharga daripada sekadar keberanian tampil di depan. Seorang pemimpin yang mampu membaca arah angin sebelum badai datang biasanya memiliki peluang lebih besar menjaga organisasinya tetap utuh.


Kepemimpinan yang Berorientasi pada Hasil


Pada akhirnya, ukuran seorang politikus bukanlah seberapa sering ia muncul di media, melainkan seberapa besar hasil yang dapat ia hadirkan melalui kerja politiknya. Politik bukan panggung pertunjukan, melainkan arena menyelesaikan persoalan. Seorang pemimpin yang baik tidak selalu harus menjadi tokoh yang paling populer. Kadang justru yang paling dibutuhkan adalah mereka yang mampu menyatukan perbedaan, menjaga komunikasi tetap hidup, dan memastikan organisasi terus bergerak menuju tujuan bersama. Karakter inilah yang membuat Sufmi Dasco Ahmad menjadi salah satu figur penting dalam konstelasi politik Indonesia saat ini.


Dari Senayan untuk Indonesia


Perjalanan politik Sufmi Dasco Ahmad masih terus berlangsung. Sejarah tentu yang akan menilai seberapa besar warisan yang kelak ia tinggalkan. Namun hingga hari ini, satu hal tampak cukup jelas: ia memilih menjadi pekerja politik daripada sekadar pencari panggung politik.


Dalam zaman ketika popularitas sering dianggap sebagai ukuran keberhasilan, pilihan untuk bekerja dalam senyap justru menjadi sesuatu yang langka. Mungkin itulah sebabnya banyak orang melihat Dasco bukan sekadar seorang Wakil Ketua DPR atau Ketua Harian Partai Gerindra, melainkan seorang arsitek yang memahami bahwa bangunan politik yang kokoh tidak dibangun oleh satu orang, melainkan oleh kemampuan menjaga kepercayaan, merawat komitmen, dan menyatukan banyak tangan untuk bekerja menuju tujuan yang sama. (Red)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

Antusiasme Warga Bersamai Gubernur Nobar Tanda Khofifah Penentu Besar Pemenang Pilgub Kelak

Redaksi APN- Juli 21, 2026 0
Antusiasme Warga Bersamai Gubernur Nobar Tanda Khofifah Penentu Besar Pemenang Pilgub Kelak
Keterangan Gambar : Antusiasme Warga Bersamai Gubernur Nobar Jakarta-Amas Persada News-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membaur bersama ribuan mas…

Berita Populer

Ormas BIMA Tersebar Di Berbagai Provinsi, JM-BIMA Nilai H.Syarief Konsolidator Kelas A

Ormas BIMA Tersebar Di Berbagai Provinsi, JM-BIMA Nilai H.Syarief Konsolidator Kelas A

Juli 16, 2026
Adukan Soal Ini Ke Gubernur Khofifah Dan Ning Lia, Jaringan Wartawan Internasional (JWI) Prihatin Nasib Media Online Di Era Digital

Adukan Soal Ini Ke Gubernur Khofifah Dan Ning Lia, Jaringan Wartawan Internasional (JWI) Prihatin Nasib Media Online Di Era Digital

Juli 14, 2026
DPP Era Baru Dan Langkah-Langkah Brilian, Partai Ummat Kabupaten Bangkalan Optimis PU Bakal Bergairah Di Pileg Dan Pilkada Kedepan

DPP Era Baru Dan Langkah-Langkah Brilian, Partai Ummat Kabupaten Bangkalan Optimis PU Bakal Bergairah Di Pileg Dan Pilkada Kedepan

Juli 15, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Oktober 11, 2024
Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Desember 05, 2024
Banteng Pusing, Kunjungan Prabowo Kejutkan 2 Kandang PDIP Di Pilkada, Dari Bali Lanjut Temui Jokowi Di Solo

Banteng Pusing, Kunjungan Prabowo Kejutkan 2 Kandang PDIP Di Pilkada, Dari Bali Lanjut Temui Jokowi Di Solo

November 04, 2024

Trending News

Ormas BIMA Tersebar Di Berbagai Provinsi, JM-BIMA Nilai H.Syarief Konsolidator Kelas A

Ormas BIMA Tersebar Di Berbagai Provinsi, JM-BIMA Nilai H.Syarief Konsolidator Kelas A

Juli 16, 2026
Adukan Soal Ini Ke Gubernur Khofifah Dan Ning Lia, Jaringan Wartawan Internasional (JWI) Prihatin Nasib Media Online Di Era Digital

Adukan Soal Ini Ke Gubernur Khofifah Dan Ning Lia, Jaringan Wartawan Internasional (JWI) Prihatin Nasib Media Online Di Era Digital

Juli 14, 2026
DPP Era Baru Dan Langkah-Langkah Brilian, Partai Ummat Kabupaten Bangkalan Optimis PU Bakal Bergairah Di Pileg Dan Pilkada Kedepan

DPP Era Baru Dan Langkah-Langkah Brilian, Partai Ummat Kabupaten Bangkalan Optimis PU Bakal Bergairah Di Pileg Dan Pilkada Kedepan

Juli 15, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak