HAMAS Angkat Tangan, Bubarkan Pemerintahan Bentukannya Di Gaza
Gaza-Hamas mengumumkan pembubaran badan yang selama hampir dua dekade mengelola pemerintahan di Jalur Gaza. Langkah ini membuka jalan bagi pembentukan komite teknokrat Palestina yang akan menangani administrasi sipil sehari-hari di wilayah yang porak-poranda akibat genosida dan blokade tersebut.
Keputusan yang diumumkan pada Senin (6/7) menjadi perubahan politik yang signifikan bagi Hamas yang telah memerintah Gaza sejak tahun 2007, setelah memenangkan pemilu legislatif Palestina pada tahun sebelumnya.
Dalam konferensi pers di Kota Gaza, Direktur Kantor Media Pemerintah Hamas, Ismail Al-Thawabta mengatakan kepala Komite Darurat Pemerintahan telah mengundurkan diri dan badan tersebut resmi dibubarkan.
Menurutnya, langkah itu merupakan bukti keseriusan dalam melaksanakan kesepakatan yang telah disetujui serta mempermudah proses transisi administrasi menuju Komite Nasional Administrasi Gaza.....
Pada Link Media lain juga memberitakan hal yang sama berikut ini ;
Gaza, Palestina – Hamas resmi membubarkan badan pemerintahan yang telah mengelola Jalur Gaza selama 18 tahun. Keputusan tersebut diumumkan pada Senin (6/7/2026) sebagai langkah awal menuju transisi administrasi sipil kepada National Committee for the Administration of Gaza (NCAG), sebuah komite teknokrat yang akan mengambil alih roda pemerintahan.
Hamas diketahui memimpin Jalur Gaza sejak 2007 setelah mengambil alih kendali dari faksi Fatah. Perubahan ini disebut sebagai bagian dari upaya memperlancar proses transisi pemerintahan di wilayah tersebut.
Kepala Kantor Media Pemerintah Hamas, Ismail Al Thawabta, menyampaikan bahwa Ketua Komite Darurat Pemerintah, Mohammed Al Farra, telah mengundurkan diri sekaligus membubarkan komite yang dipimpinnya agar proses peralihan kekuasaan dapat berjalan lebih efektif.
Langkah tersebut menandai babak baru dalam tata kelola pemerintahan di Jalur Gaza, dengan harapan proses transisi dapat berlangsung secara tertib
Sementara itu Jaringan Alumni Muda Himpunan Mahasiswa Islam (JAM-HMI) menyebut JAM-HMI menilai HAMAS bisa saja melakukan itu sebagai strategi. "Namun apapun ceritanya pemerintahan HAMAS memang sudah tidak efektif lagi di Gaza"tegas Abdullah Amas, Ketua Umum Jaringan Alumni Muda HMI
Amas juga menyebut dalam Al-Mubasyirat Pesan Mimpi Muhammad Qasim juga disampaikan bahwa Palestina Hanya Tinggal Nama saja dan saat ini Pesan itu makin menguat dengan semakin tak berkuasanya Umat Islam termasuk sikap HAMAS terbaru yang kian melempem ke Israel


Posting Komentar