H. Syarief Jabat Ketua Majelis Fatwa Sekaligus Ketua Dewan Pembina PB JM-GPMI, JM-GPMI Siap Kokohkan Jejaring Mahasiswa GPMI Seluruh Indonesia
Ketua Umum Pengurus Besar Jaringan Mahasiswa Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (JM-GPMI) Abdullah Amas menyebut JM-GPMI siap perkokoh Jaringan Mahasiswa GPMI seluruh Indonesia. "Mulai Pusat, Provinsi atau PW, daerah yaitu Pengurus Daerah (PD) hingga Kampus alias Komisariat"ujar Amas
Tak hanya itu JM-GPMI akan membuat Komunitas Wirausaha Binaan JM-GPMI dimana saat ini seperti di Pasuruan JM-GPMI rutin memborong dagangan pelaku UKM binaan JM-GPMI.
Yuk Simak Liputan Selengkapnya!
Menjahit Jaring, Menggerakkan Ekonomi
Gedung-gedung kampus mulai menjadi bidak strategis bagi Pengurus Besar Jaringan Mahasiswa Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (PB JM-GPMI). Mereka tak lagi sekadar berwacana di menara gading, melainkan sedang merajut simpul organisasi yang lebih rapat dari pusat hingga ke akar rumput.
Ketua Umum PB JM-GPMI, Abdullah Amas, memiliki ambisi besar untuk mengonsolidasikan barisan. Ia menyebut lembaganya sedang dalam misi "penebalan" jaringan. "Mulai Pusat, Provinsi atau PW, daerah yaitu Pengurus Daerah (PD), hingga kampus alias komisariat," ujar Amas kepada Media ini, Rabu, 15 Juli 2026. Baginya, organisasi mahasiswa tak boleh lagi tercerai-berai. Sinkronisasi dari Jakarta hingga pelosok daerah menjadi syarat mutlak untuk menciptakan daya tawar yang lebih kuat.
Namun, JM-GPMI tampaknya sadar bahwa aktivisme tanpa kemandirian ekonomi ibarat macan kertas. Mereka mencoba memutus ketergantungan pada pendanaan yang serba tidak menentu dengan membangun ekosistem wirausaha.
Salah satu prototipe keberhasilan itu kini terlihat di Pasuruan, Jawa Timur. Di sana, JM-GPMI tidak hanya memberikan pendampingan formalitas. Mereka menerapkan praktik ekonomi sirkular yang cukup unik: komunitas wirausaha binaan JM-GPMI rutin "memborong" dagangan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) lokal.
Langkah ini, menurut Amas, adalah bentuk nyata dukungan terhadap penggerak ekonomi mikro. Dengan memastikan perputaran barang dan modal tetap hidup di tangan binaan, JM-GPMI sedang mencoba menanamkan etos kemandirian bagi kader-kadernya.
Konsolidasi jejaring yang kokoh dan sokongan ekonomi lokal menjadi dua kaki yang kini sedang disiapkan JM-GPMI untuk melangkah lebih jauh. Di tangan Abdullah Amas, organisasi ini hendak membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya bisa berdemo di jalanan, tapi juga bisa menghidupkan urat nadi ekonomi umat.
Sebagai sayap GPMI maka JM-GPMI menempatkan Haji Syarief Sebagai Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Majelis Fatwa PB Jaringan Mahasiswa GPMI



Posting Komentar