ORASI BUNG ABDULLAH AMAS : POROS BARU INDONESIA-MALAYSIA-PAKISTAN UNTUK MENGAMBIL ALIH KEPEMIMPINAN DUNIA
ORASI BUNG ABDULLAH AMAS : POROS BARU INDONESIA-MALAYSIA-PAKISTAN UNTUK MENGAMBIL ALIH KEPEMIMPINAN DUNIA
Oleh: Abdullah Amas
Bismillahirahmanirahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Saudara-saudaraku se-bangsa, se-tanah air, dan seluruh umat Islam di kawasan Nusantara,
Indonesia tidak pernah kekurangan orang pintar. Ribuan sarjana lahir, jutaan diskusi digelar di ruang-ruang ber-AC yang nyaman. Namun, sejarah tidak pernah diubah oleh sekadar kepintaran yang duduk diam. Hari ini, yang kita butuhkan melampaui itu semua: kita sedang membutuhkan sebuah gelombang kesadaran baru. Sebuah arah baru yang akan membawa bangsa ini melompat, bukan sekadar bertahan, tetapi menjadi kekuatan utama dunia.
Dan ketahuilah, gelombang besar itu tidak akan pernah datang dari atas. Ia tidak lahir dari menara gading kekuasaan yang angkuh. Ia lahir dari bawah. Ia lahir dari gemuruh dada rakyat di seluruh penjuru pelosok negeri, dari keringat para petani, dari doa-doa di surau terpencil, termasuk dari gemuruh kerinduan akan keadilan yang membakar tanah Ambon Manise!
Hari ini, mata dunia sedang tertuju ke mari. Jika Anda membuka peta dunia, bentangan kepulauan Nusantara ini bukan lagi sekadar garis-garis geografi yang sepi. Peta Indonesia saat ini benar-benar sedang dipelajari, diintai, dan diperhatikan dengan seksama oleh seluruh kekuatan digdaya dunia. Amerika Serikat, Rusia, Israel, hingga India—mereka semua memandang tanah ini dengan syahwat geopolitik yang besar. Mereka mengincar kekayaan kita, mereka menginginkan posisi strategis kita.
Namun, dari mimbar MASYUMI RI, saya ingin menegaskan kepada mereka: Jangan pernah remehkan singa yang sedang tertidur! Tanah Nusantara inilah yang justru akan bangkit dan menerkam balik setiap ambisi hegemonik yang ingin menjajah kita secara modern!
Poros Malindo: Poros Perubahan Dunia Islam
Bagaimana cara kita melompat? Jawabannya ada pada persatuan strategis dan spiritual. Kita harus menggagas sebuah gerakan besar: Gerakan Indonesia-Malaysia-Pakistan Untuk Perubahan Dunia Islam.
Kita adalah satu rahim sejarah, satu rumpun, dan satu akidah. Jika penduduk Nusantara—baik di Malaysia maupun di Indonesia—mampu menyatukan shaf dan memurnikan tauhid mereka kepada Allah SWT, maka tidak ada satu pun kekuatan global yang mampu membendung kita. Ketika tauhid telah murni, ketika ketergantungan kepada makhluk telah terkikis habis, maka hal itu akan dengan sangat mudah mengundang pertolongan yang datang bertubi-tubi dari langit. Nasrun minallah wa fathun qarib!
Secara materiel, kita punya segalanya. Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah ruah, yang membentang dari ujung Sumatera hingga tanah Papua, menyambung ke Semenanjung Malaya dan Borneo. Kita punya semua prasyarat untuk melakukan lompatan kuantum sejarah. Kita memiliki modal demografi anak-anak muda yang siap bertarung di panggung peradaban.
Yang kita butuhkan sekarang adalah menyalakan apinya.
Maka dari itu, saudara-saudaraku, mari kita lanjutkan perjuangan ini. Jangan biarkan keletihan menghentikan langkah kita. Kita perkuat ruh kita, kita bersihkan niat kita, dan kita rapatkan barisan di bawah panji kalimat tauhid. Dari Indonesia dan Malaysia, kita getarkan dunia, kita pimpin kembali peradaban Islam menuju kejayaannya!
Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!


Posting Komentar