Fahd Mudah Membalas WA Kader Daerah
Oleh : Abdullah Amas
Sosok Fahd A Rafiq dikenal luwes dan sangat ringan jari membalas WA kader di daerah. Seolah Fahd ingin semua informasi daerah utamanya pasukan BAPERA sampai langsung ke tangannya tanpa melihat kader ditingkatan mana semua ditampung termasuk andai pengurus kecamatan punya nomor WA nya pasti dengan ringan jari dibalas. Terlebih beliau soal kerakyatan bisa lebih mudah disampaikan karena aksesnya ke lingkaran utama kekuasaan sangat mudah.
Seorang Kader berucap sebuah balasan WA ketum membuatnya gagah. "Siapalah awak ini tapi kalau kelas Ketum dengan aneka kesibukannya masih membalas Chat Awak rasanya elite sekali awak tinggal di daerah"ujarnya
Membalas WA para anggota sampai tingkatan terbawah adalah kerja psikologis luar biasa seorang Ketum Besar Pemuda Fahd dalam membangun tenaga batin Kader
Tenaga di Ujung Pesan
Ya, Sosok Ketua Umum BAPERA, Fahd A. Rafiq, meruntuhkan menara gading hierarki organisasi lewat ketukan layar telepon. Sebuah manuver psikologis yang memompa tenaga batin barisan bawah.
Bagi seorang kader di pelosok daerah, dering gawai acap kali hanya membawa instruksi searah dari pusat. Namun, tatanan birokrasi yang kaku itu seolah mencair di tangan Fahd A. Rafiq. Ketua Umum Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA) ini dikenal luas oleh pasukannya bukan sekadar karena posisinya di puncak pimpinan, melainkan karena kebiasaannya yang luwes dan "ringan jari" dalam membalas pesan WhatsApp (WA).
Di era ketika para elite kerap membentengi diri dengan lapis-lapis ajudan dan protokoler yang rumit, Fahd memilih jalan pintas. Ia memotong kompas birokrasi. Seolah tak sudi ada yang menyaring keluh kesah pasukannya, seluruh informasi dari daerah dipastikannya bermuara langsung ke genggamannya. Tak peduli apakah pesan itu datang dari pengurus teras, pimpinan daerah, atau sekadar kader di tingkat kecamatan—sepanjang mereka menyimpan nomor kontaknya, balasan dari sang Ketua Umum hampir pasti mendarat kembali di layar.
Meruntuhkan Jarak, Memompa Tenaga Batin
Menyapa dan menanggapi pesan hingga tingkatan terbawah bukanlah sekadar urusan ketersediaan waktu luang. Di balik layar kaca telepon, terjadi sebuah kerja psikologis yang luar biasa.
Bagi akar rumput, direspons langsung oleh pucuk pimpinan adalah sebuah validasi eksistensi. Hal ini tergambar jelas dari testimoni seorang kader di daerah yang mendadak merasa "naik kelas" hanya karena pesan singkatnya berbalas.
"Siapalah awak ini. Tapi kalau kelas Ketum dengan aneka kesibukannya masih membalas chat awak, rasanya elite sekali awak tinggal di daerah."
Pernyataan lugas itu merangkum segalanya. Balasan WA dari Fahd menyuntikkan kebanggaan yang membuat dada mereka membusung. Ada "tenaga batin" yang terbangun kokoh di jiwa para kader, menjadikan mereka merasa gagah saat turun berhadapan dengan masyarakat. Sebuah suntikan moral yang sering kali jauh lebih ampuh dari janji-janji retorik di atas mimbar.
Jalur Cepat ke Lingkaran Utama
Tentu saja, kedekatan virtual ini bukan sekadar basa-basi tanpa isi. Keluwesan sang Ketum juga berjalin kelindan dengan posisi strategisnya di pusaran ibu kota.
Melalui komunikasi tanpa sekat ini, ada beberapa keuntungan strategis yang langsung dirasakan oleh barisan BAPERA di daerah:
Pemangkasan Birokrasi Keluhan: Masalah dan aspirasi kerakyatan dari bawah tidak mandek di meja perantara.
Eskalasi Solusi Cepat: Akses Fahd yang sangat mudah ke lingkaran utama kekuasaan membuat keluhan dari daerah bisa langsung disuarakan ke pusat tanpa menunggu rapat formal berbulan-bulan.
Militansi Kader: Sentuhan personal melahirkan kesetiaan dan soliditas pasukan yang organik, bukan karena paksaan.
Pada akhirnya, di tengah riuh rendah panggung politik dan keorganisasian yang kerap menjanjikan ilusi kedekatan, Fahd A. Rafiq membuktikan satu hal: merawat mesin massa tidak selalu membutuhkan panggung yang megah. Terkadang, ia hanya menuntut empati, kesetaraan, dan sepasang ibu jari yang tak pernah angkuh membalas sapaan mereka yang berkeringat di akar rumput


Posting Komentar