KOHATI Jatim Gelar Sekolah Politik Perempuan 2026
KOHATI Jatim Gelar Sekolah Politik Perempuan 2026
Korps HMI Wati (Kohati) Pengurus Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Timur menggelar Sekolah Politik Perempuan 2026 bertema “Perkuat Kepemimpinan Perempuan sebagai Navigasi Pembangunan Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara”. Kegiatan ini bertujuan mendorong peran strategis perempuan, khususnya generasi muda, dalam pembangunan daerah di era digital.
Acara berlangsung di Asrama Transito, Jalan Margerejo Surabaya, Sabtu (25/4/2026). Hadir perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jatim, Kabid IKP Putut Darmawan, Polda Jatim Ruth Yeni, Ketua Umum Kohati Badko HMI Jatim Erika Sinta Pradevi, Presidium FORHATI MW Jatim Mimien Susanto, serta Ketua Umum Badko HMI Jatim Yusfan Firdaus.
Putut Darmawan mewakili Kadis Kominfo Jatim, Sherlita, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah positif dalam membentuk generasi perempuan yang aktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, HMI-Wati memiliki potensi besar untuk memanfaatkan ruang digital secara bijak dan produktif, sehingga mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan.
Ia juga menegaskan bahwa di era saat ini, dunia digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, peran perempuan dalam mengarahkan pemanfaatan teknologi ke arah yang positif sangat dibutuhkan.
Kominfo Jawa Timur mengapresiasi undangan dalam kegiatan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk terus berkolaborasi bersama Kohati Badko HMI Wati Jatim dalam meningkatkan literasi digital dan penguatan kapasitas perempuan di Jawa Timur.
Ketua Panitia Sekolah Politik Perempuan 2026 Korps HMI Wati Badko Himpunan Mahasiswa Islam Jawa Timur, Kholifatul Mardiah, mengatakan kegiatan sekolah politik perempuan Kohati Badko Jatim diikuti oleh Kohati Badko HMI dari 24 cabang dari Kabupaten/kota di Jatim yang dilaksanakan selama tiga hari, yaitu Sabtu 25 April 2026 – Senin 27 April 2026.
Hari pertama dan kedua diisi diskusi tematik, kepemimpinan, serta mengadirkan pembelajaran yang progesif, adaptif, dan berakar pada nilai-nilai keislaman serta ke Indonesian. Kemudian di hari ketiga dilakukan anjangsana atau kunjungan ke DPRD Jatim untuk mengetahui politik perempuan di legislatif.
Ketua Umum Kohati Badko Jatim, Erika Sinta Pradevi, menyampaikan pentingnya perempuan untuk lebih aktif mengambil peran di ruang publik, khususnya dalam sektor politik dan pembangunan. Hal ini sebagai upaya penguatan kapasitas perempuan.
Menurutnya, saat ini merupakan momentum bagi perempuan untuk menentukan fokus peran, baik di ranah domestik maupun publik. Namun demikian, organisasi ini mendorong perempuan untuk lebih berani mengambil peran di wilayah publik, termasuk dalam proses politik.
“Perempuan diharapkan dapat memiliki pengaruh yang lebih besar dalam mengawal pembangunan, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam berbagai sektor,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Kohati Badko Jatim berharap perempuan tidak hanya menjadi bagian dari proses, tetapi juga mampu menjadi kekuatan utama dalam menciptakan perubahan serta menjadi kelompok yang berdaya dan mandiri di tengah masyarakat.





Posting Komentar