Partai MASYUMI RI Sebut Anies Makin Ngaco Komentar-Komentar Geopolitiknya, PGR Dipastikan Gagal Lolos KPU
Jakarta - Wajah politik Anies Baswedan kembali dihantam badai. Kali ini, serangan bukan datang dari rival lama di Jakarta atau Istana, melainkan dari ceruk yang selama ini dianggap sebagai basis elektoralnya sendiri: kelompok Islam politik. Partai Masyumi RI terang-terangan menabuh genderang perang, menyebut manuver mantan Gubernur DKI Jakarta itu sudah mencapai titik "mentok" alias buntu.
Ketua Umum Masyumi RI, Amas, tidak lagi menggunakan bahasa diplomasi yang halus. Ia melancarkan serangan tajam yang menyasar sisi spiritual dan rasionalitas politik Anies. Fokus utamanya? Partai Gerakan Perubahan (PGR) yang digadang-gadang menjadi sekoci baru Anies.
Geopolitik "Ngaco" dan Logika yang Patah
Pemicu kemarahan Masyumi adalah rentetan komentar Anies mengenai situasi geopolitik global terbaru. Bagi Amas, narasi yang dibangun Anies sudah kehilangan pijakan realitas.
"Jadi gini, gerakan Anies itu sudah benar-benar mentok. Orang sudah pada tidak mau dengar dia. Komentarnya soal geopolitik itu sangat tidak rasional," cetus Amas dalam sebuah kesempatan terbatas.
Ketajaman kritik ini seolah mengonfirmasi desas-desus di balik layar bahwa dukungan terhadap Anies mulai rontok satu per satu. Para analis melihat bahwa gaya komunikasi Anies yang cenderung akademis dan mengawang-awang kini justru menjadi bumerang ketika berhadapan dengan isu-isu global yang keras dan praktis.
Vonis Spiritual: "Jauh dari Pertolongan Allah"
Yang paling provokatif, Amas membawa narasi politik ke ranah teologis—sebuah serangan yang sangat personal bagi tokoh yang sering dicitrakan dekat dengan nilai-nilai religius. Amas secara gamblang memprediksi nasib sial bagi PGR di meja Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Verifikasi KPU: Amas meyakini PGR akan tersungkur dalam proses verifikasi faktual.
Kekuatan Daerah: Di tingkat akar rumput, antusiasme terhadap "gerakan perubahan" versi Anies dinilai telah layu sebelum berkembang.
Sentimen Keagamaan: "Saya yakin PGR tidak bakal lolos KPU, percaya deh sama saya. Itu partai jauh dari pertolongan Allah. Sumpah deh, orang seperti Anies jauh dari pertolongan Allah," ujar Amas dengan nada sengit.
Kalimat ini bukan sekadar bumbu politik. Ini adalah upaya delegitimasi moral terhadap sosok Anies yang selama ini dianggap sebagai "simbol" oleh sebagian kelompok. Amas seolah ingin menegaskan bahwa pintu langit sudah tertutup bagi ambisi politik Anies.
Akhir dari Sang "King Maker"?
Jika prediksi Masyumi benar, maka PGR hanya akan menjadi catatan kaki dalam sejarah pemilu mendatang. Tanpa kendaraan politik yang sah, posisi Anies di 2029 akan semakin terjal. "Orang ngaco begitu siapa mau lihat," tambah Amas menutup pembicaraan, menyisakan pertanyaan besar: benarkah magnet politik Anies benar-benar sudah kehilangan daya tariknya?
Di sudut-sudut kopi Jakarta, spekulasi mulai liar. Jika Masyumi saja sudah berpaling, ke mana lagi sang "intelektual" ini akan melabuhkan harapannya? Ataukah ini memang awal dari tamatnya karir politik sang mantan Capres?
Sumbar
Selain itu Amas membeberkan lebih riil dimana potensi Partai Gerakan Rakyat tak bakal lolos Verifikasi diantaranya adalah di Sumbar. "Kenapa di Sumbar ga lolos? Sekelas Partai Gelora saja nyaris pingsan disana saat diverifikasi KPU apalagi cuma PGR"tegas Amas


Posting Komentar