Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Gus Teguh : Menjaga Niat Dalam Merayakan Idul Fitri Dengan Terapi Al-Kautsar Gus Teguh : Menjaga Niat Dalam Merayakan Idul Fitri Dengan Terapi Al-Kautsar

Gus Teguh : Menjaga Niat Dalam Merayakan Idul Fitri Dengan Terapi Al-Kautsar

Redaksi APN
Redaksi APN
17 Mar, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


 Gus Teguh: Merayakan Hari Kemenangan, Bukan Hari Ajang Pamer Dan Abai Peringatan Surat At-Takasur

Di balik keriuhan takbir dan gemerlap baju baru, terselip jebakan halus bernama riya’. Gus Teguh mengingatkan bahwa Idul Fitri bukan panggung validasi, melainkan ruang sunyi untuk menata kembali hati yang sempat tersesat dalam kompetisi duniawi.


SURABAYA – Ruang tamu itu tampak bersahaja. Tidak ada kristal bergantungan atau pamer kemewahan yang lazim dijumpai di rumah-rumah pesohor saat Lebaran tiba. Di sana, Gus Teguh duduk tenang, menyesap teh hangat sembari membedah fenomena tahunan yang ia sebut sebagai "Perlombaan Sunyi".


Bagi banyak orang, kembali ke fitrah sering kali disalahartikan sebagai kembali ke panggung. Media sosial penuh sesak dengan kurasi kebahagiaan: hidangan paling mewah, seragam keluarga paling mahal, hingga pencapaian setahun terakhir yang dipampang demi decak kagum.


"Tanpa sadar, kita masuk dalam labirin perbandingan," ujar Gus Teguh dengan nada rendah namun tajam. "Kita tidak lagi merayakan kemenangan melawan nafsu, tapi merayakan kemenangan atas orang lain. Kita ingin terlihat lebih sukses, lebih bahagia, dan lebih 'berhasil' di mata manusia."


Jebakan At-Takasur

Gus Teguh kemudian membuka lembaran Al-Qur'an, merujuk pada Surah At-Takasur. Menurutnya, ayat tersebut adalah diagnosis paling akurat bagi manusia modern. Penyakitnya bukan terletak pada nikmat yang dimiliki, melainkan pada syahwat untuk bermegah-megahan (al-hakumut takasur).


"Yang melalaikan itu bukan hartanya, bukan kuenya, bukan bajunya. Tapi rasa ingin 'lebih' di mata manusia," katanya.


Dalam perspektif Quranic Therapy yang ia dalami, fenomena ini adalah bentuk pengabaian terhadap pusat gravitasi batin. Ketika fokus seseorang bergeser dari rida Tuhan ke validasi manusia, saat itulah ia kehilangan kemerdekaannya. Ia menjadi budak atas penilaian orang lain.


Meredam Riya’ di Hari Fitri

Lantas, bagaimana meredam riya’ di tengah gempuran budaya pamer? Gus Teguh menawarkan sebuah jalan pulang yang ia sebut sebagai "Menemukan Cukup".


Meluruskan Niat (Tajdidun Niyyah): Sebelum mengunggah foto atau bercerita tentang pencapaian di meja makan keluarga, tanyakan pada diri sendiri: Siapa yang ingin aku buat kagum?


Kejujuran Menata Hati: Mengakui bahwa ada rasa haus akan pujian adalah langkah pertama penyembuhan. Riya’ adalah penyakit yang hanya bisa sembuh dengan kejujuran batin.


Kemenangan Sunyi: Gus Teguh menekankan bahwa kemenangan sejati terjadi saat hati tetap tenang, baik saat dipuji maupun saat tak ada yang peduli.


"Kemenangan itu bukan tentang siapa yang paling terlihat berhasil, tapi siapa yang paling jujur menata hatinya," tambahnya sembari tersenyum.


Pulang ke Rumah Batin

Lebaran, di mata Gus Teguh, seharusnya menjadi momen "Gencatan Senjata" terhadap ego. Sebuah titik di mana manusia berhenti membuktikan diri dan mulai menerima diri.


Baginya, esensi Idul Fitri adalah menjadi manusia yang self-sufficient secara spiritual. Hati yang fitrah adalah hati yang tidak lagi menggantungkan harga dirinya pada label harga atau jumlah likes.


Saat azan berkumandang, Gus Teguh menutup perbincangan dengan sebuah pesan singkat yang menohok: "Jika setelah sebulan berpuasa kita masih merasa perlu pengakuan manusia untuk merasa berharga, mungkin kita perlu bertanya: siapa sebenarnya yang kita sembah selama Ramadan kemarin?"


Di luar, kembang api mulai menghiasi langit Surabaya. Namun di dalam ruangan itu, ada keheningan yang jauh lebih benderang—sebuah pengingat bahwa di hadapan Yang Maha Besar, segala pamer manusia hanyalah debu yang tertiup angin.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

Kisah Nyata Gus Teguh Anantawikrama: Etalase Kebaikan di Tengah Arus

Redaksi APN- Mei 06, 2026 0
Kisah Nyata Gus Teguh Anantawikrama: Etalase Kebaikan di Tengah Arus
DI SEBUAH sudut ruang percakapan digital, sebuah pesan WhatsApp masuk dengan nada getir. Pengirimnya adalah seorang sahabat yang sedang terhimpit keadaan, bun…

Berita Populer

Kisah 4 Dokter Raja Dan Fenomena Tembus Ke 16 Kali Qasim Di Twitter (X) Amerika

Kisah 4 Dokter Raja Dan Fenomena Tembus Ke 16 Kali Qasim Di Twitter (X) Amerika

Mei 04, 2026
Kode Alam Pada Khofifah, Ahli Lewati Tantangan

Kode Alam Pada Khofifah, Ahli Lewati Tantangan

April 30, 2026
ATUM Institute : Giat  Bimtek DPRD Asal PBB Se Indonesia Gelorakan Tiga Eksistensi, Hidup Ketum PBB Yuri!

ATUM Institute : Giat Bimtek DPRD Asal PBB Se Indonesia Gelorakan Tiga Eksistensi, Hidup Ketum PBB Yuri!

April 29, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

ATUM Institute : Aura Wajah Yuri Layak Pimpin PBB, Kalau Yang Belagu Lawan Prof. Yusril Biasanya Nyungsep

ATUM Institute : Aura Wajah Yuri Layak Pimpin PBB, Kalau Yang Belagu Lawan Prof. Yusril Biasanya Nyungsep

Maret 23, 2026
ATUM Institute : Giat  Bimtek DPRD Asal PBB Se Indonesia Gelorakan Tiga Eksistensi, Hidup Ketum PBB Yuri!

ATUM Institute : Giat Bimtek DPRD Asal PBB Se Indonesia Gelorakan Tiga Eksistensi, Hidup Ketum PBB Yuri!

April 29, 2026
Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Oktober 11, 2024

Trending News

Kisah 4 Dokter Raja Dan Fenomena Tembus Ke 16 Kali Qasim Di Twitter (X) Amerika

Kisah 4 Dokter Raja Dan Fenomena Tembus Ke 16 Kali Qasim Di Twitter (X) Amerika

Mei 04, 2026
Kode Alam Pada Khofifah, Ahli Lewati Tantangan

Kode Alam Pada Khofifah, Ahli Lewati Tantangan

April 30, 2026
ATUM Institute : Giat  Bimtek DPRD Asal PBB Se Indonesia Gelorakan Tiga Eksistensi, Hidup Ketum PBB Yuri!

ATUM Institute : Giat Bimtek DPRD Asal PBB Se Indonesia Gelorakan Tiga Eksistensi, Hidup Ketum PBB Yuri!

April 29, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak