Tiga Pesan Yang Ditangkap Dari Sidak Pimpinan DPR-RI Terkait Kesediaan Stok LPG 3 Kilogram
Keterangan Gambar : Prof. Dasco Wakil Ketua DPR-RI saat Sidak, Tiga Pesan Dari Sidak Pimpinan DPR-RI Terkait Kesediaan Stok LPG 3 Kilogram
Jakarta-Amas Persada News-Ada sejumlah pesan yang disampaikan atas sidak DPR Kemarin saat meninjau kesediaan stok LPG 3 kilogram di Palmerah, Jakarta Barat
"Pertama Wakil Ketua DPR - RI Prof. Dasco kita lihat membawa pesan bahwa DPR senantiasa bersama rakyat dan merespon cepat, tiap tiap ada yang urgen beliau kan memang turun langsung, pas covid kemarin beliau juga turun tuh keliling"tegas Abdullah Amas, Direktur Eksekutif ATUM Institute.
Kedua, ikut memastikan agar instruksi Presiden soal penjualan LPG 3 Kg berjalan dengan semestinya
Ketiga, pesan yang ditangkap adalah memastikan ke rakyat bahwa DPR dinilai selalu tanggap hal yang menyangkut kestabilan dan seterusnya. "Kasus apa aja yang rame kan Pimpinan DPR pasti cepet tuh bantu beresin"tegas Amas
Diberitakan sebelumnya Wakil Ketua DPR RI Prof. Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan, saat ini sudah tidak lagi terlihat antrean warga atau kelangkaan LPG 3 kilogram (Kg). Ia pun menyebut, harga LPG dari sub pangkalan ke masyarakat sudah dipatok di harga Rp 19.000.
Pernyataan itu disampaikan Prof. Dasco usai meninjau kesediaan stok LPG 3 kilogram di Palmerah, Jakarta Barat, pada Kamis (6/2). Dalam kesempatan itu, Dasco didampingi Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, dan Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian.
"Harganya tadi kalau kita cek, itu pangkalan menjual ke sub pangkalan Rp 16 ribu, kemudian dari sub pangkalan menjual ke masyarakat Rp 19 ribu," kata Prof.Dasco di Palmerah, Jakarta Barat.
Ia berharap, harga LPG 3 kg tidak ada permainan. Sehingga masyarakat bisa tetap membeli di harga Rp 19 ribu. "Mudah-mudahan bisa begini terus," ucap Prof. Dasco.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu mengungkapkan, Pemerintah nantinya akan melakukan sosialisasi untuk memperbanyak sub pangkalan. Menurutnya, warung yang biasa menjual LPG 3 kg akan didata dan membuat komitmen untuk menjual dengan harga yang sesuai.
"Caranya juga nggak sulit tinggal didata bahwa selama ini berjualan, kemudian mengisi satu form kalau saya nggak salah, termasuk perjanjian untuk menjual tidak boleh mahal, kalau nggak salah begitu," pungkasnya.
Mari kita baca juga halaman FB Prof. Dasco soal sidak kali ini :
Bersama Pimpinan dan Anggota Komisi VI DPR RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pangkalan dan sub pangkalan LPG 3 kilogram di Palmerah, Jakarta Barat.
Dalam sidak hari ini DPR RI melihat langsung di pangkalan dan sub pangkalan gas LPG 3 kilogram yang kebetulan hari ini di Palmerah, Jakarta. Kemudian DPR RI ingin mengecek apakah kemudian sudah lancar atau belum distribusinya seperti sebelumnya ada penumpukan antrean masyarakat dan alhamdulillah hari ini sudah tidak ada penumpukan serta kita dengar dari pemilik pangkalan dan sub pangkalan bahwasannya saluran gas sudah lancar, baik suplay dan juga penjualannya.
kita cek, pangkalan menjual ke sub pangkalan itu 16 ribu rupiah, kemudian sub pangkalan menjual ke masyarakat 19 ribu rupiah. Berdasarkan keterangan dari kementerian atau pihak terkait, akan ada tim yang turun untuk melakukan sosialisasi dan bagaimana prosesnya, nanti ada pendataan pangkalan dan sub pangkalan, teemasuk perjanjian dll. Sementara untuk daerah lainnya tentunya disesuaikan dengan karakteristik dan HET, yang tentunya ada standar harga perdaerah.
Bersama Berjuang Untuk Indonesia Raya 🇮🇩








Posting Komentar