Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Bisnis Internasional Bagaimana Dunia Harus Merespons Doktrin “America First” yang Diusung Donald Trump
Bisnis Internasional

Bagaimana Dunia Harus Merespons Doktrin “America First” yang Diusung Donald Trump

Redaksi APN
Redaksi APN
25 Jan, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp



Oleh Teguh Anantawikrama

Doktrin “America First” yang diusung oleh Donald Trump selama masa kepresidenannya dan terus digaungkan dalam retorikanya bukan sekadar slogan politik—doktrin ini mencerminkan pergeseran paradigma global. Ini menunjukkan penyesuaian kembali peran Amerika Serikat dalam tatanan internasional, menekankan unilateralisme daripada multilateralisme, serta kepentingan nasional di atas kerja sama global.


Bagi negara-negara seperti Indonesia, pergeseran ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Ketika AS mundur dari perannya sebagai pemimpin tradisional, negara-negara dengan keunggulan strategis dan potensi yang belum tergarap, seperti Indonesia, dapat memanfaatkan momen ini untuk mempercepat pertumbuhan dan pengaruhnya di panggung global.



Bagaimana Indonesia Dapat Memaksimalkan Peluang Ini

1. Menjadikan Indonesia Pemimpin Regional Utama

Saat Amerika Serikat memprioritaskan isu domestik, muncul kekosongan dalam kepemimpinan global dan regional. Indonesia, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan anggota kunci ASEAN, berada pada posisi yang tepat untuk tampil ke depan. Dengan mengambil peran kepemimpinan yang proaktif dalam inisiatif regional, Indonesia dapat membentuk masa depan Asia Tenggara dalam bidang perdagangan, keamanan, dan inovasi, memastikan kepentingannya menjadi prioritas dalam kebijakan regional.


Kepemimpinan ini dapat diperkuat melalui inisiatif yang dipimpin ASEAN, seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), yang sejalan dengan tujuan Indonesia untuk memperdalam integrasi perdagangan.


2. Memperluas Kemitraan Global Indonesia

“America First” menciptakan tatanan global yang lebih terfragmentasi, di mana ekonomi berkembang semakin berpengaruh. Indonesia harus memanfaatkan keikutsertaannya dalam BRICS untuk memperkuat kemitraan dengan negara-negara seperti China, India, Rusia, Brasil, dan Afrika Selatan. Hubungan ini dapat membuka pintu bagi pasar baru, investasi, dan transfer teknologi.


Selain itu, Indonesia perlu meningkatkan upayanya untuk mendiversifikasi mitra perdagangan dan investasi dengan menjalin hubungan dengan Uni Eropa, Afrika, dan Amerika Latin, sambil tetap menjaga hubungan yang kuat dengan sekutu tradisional seperti Jepang, Korea Selatan, dan Australia.


3. Meningkatkan Ketahanan Domestik

Sumber daya alam yang melimpah, tenaga kerja muda, dan lokasi strategis menjadikan Indonesia memiliki posisi unik untuk mengurangi ketergantungan pada pasar eksternal. Dengan fokus pada industrialisasi, Indonesia dapat menambah nilai pada sumber daya alamnya daripada mengekspornya dalam bentuk bahan mentah. Proses hilirisasi mineral seperti nikel untuk baterai kendaraan listrik adalah contoh nyata bagaimana Indonesia dapat terintegrasi ke dalam rantai pasok global.


Selain itu, investasi dalam energi terbarukan, infrastruktur digital, dan pertanian berkelanjutan tidak hanya meningkatkan ketahanan domestik tetapi juga daya saing Indonesia di panggung global.


4. Memanfaatkan Peran Indonesia sebagai Pusat Rantai Pasok Global

“America First” telah menciptakan gangguan dalam rantai pasok global karena perusahaan mencari alternatif untuk produksi yang bergantung pada China. Indonesia dapat memanfaatkan peluang ini dengan memposisikan diri sebagai pusat manufaktur dan logistik yang andal. Dengan reformasi kebijakan yang terarah, pembangunan infrastruktur, dan insentif bagi investor asing, Indonesia dapat menarik perusahaan yang mencari solusi diversifikasi rantai pasok.


Pembangunan kawasan ekonomi baru, seperti Kawasan Industri Terpadu Batang, harus dipercepat untuk memenuhi permintaan global.


5. Menjadi Pemimpin dalam Iklim dan Keberlanjutan

Saat perhatian global beralih pada pembangunan berkelanjutan, Indonesia memiliki peluang untuk menunjukkan kepemimpinan dalam aksi iklim. Dengan berkomitmen pada target pengurangan karbon yang ambisius dan memanfaatkan potensi energi terbarukannya yang luas, Indonesia dapat memposisikan dirinya sebagai pemimpin global dalam keberlanjutan. Hal ini tidak hanya meningkatkan reputasi internasionalnya tetapi juga menarik investasi di teknologi hijau dan industri.


6. Memperkuat Diplomasi Publik

Lokasi strategis, keberagaman budaya, dan status Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia memberikannya kekuatan lunak yang signifikan. Kampanye diplomasi publik yang menyoroti kontribusi Indonesia terhadap perdamaian global, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan dapat meningkatkan pengaruh globalnya. Ini menjadi semakin penting saat AS mundur dari perannya sebagai pemersatu global.


Paradigma Pertumbuhan Baru untuk Indonesia

Doktrin “America First” Trump adalah tantangan terhadap tatanan global yang mapan sekaligus undangan bagi kekuatan baru seperti Indonesia untuk bangkit. Dengan menegaskan kepemimpinannya dalam inisiatif regional dan global, mendiversifikasi kemitraan, dan berinvestasi dalam kemampuan domestik, Indonesia dapat mengubah pergeseran geopolitik ini menjadi pijakan untuk pertumbuhan yang lebih cepat.


Inilah saatnya Indonesia melangkah maju—bukan hanya sebagai kekuatan regional, tetapi sebagai negara yang siap membentuk tatanan global baru. Mari kita gunakan peluang ini untuk menunjukkan ketahanan, kreativitas, dan komitmen kita pada masa depan yang berkelanjutan dan bersama.


Teguh Anantawikrama

Vice Chairman, Indonesian Chamber of Commerce

Founder, Indonesian Tourism Investor Club

Related News

Via Bisnis
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

Rajutan Panjang Ust. Tamsil Linrung dan Ormas Hidayatullah

Redaksi APN- September 25, 2026 0
Rajutan Panjang Ust. Tamsil Linrung dan Ormas Hidayatullah
Keterangan Foto : Ust. Tamsil Linrung saat menyambut hangat audiensi Ormas Hidayatullah Pusat. Oleh : Abdullah Amas (Koordinator Pimpinan Nasional Jaringan A…

Berita Populer

Sejarah Partai Islam Mulai PSII Dan MASYUMI, Sejarah Perpecahan Hingga Tantangan Menuju 2029

Sejarah Partai Islam Mulai PSII Dan MASYUMI, Sejarah Perpecahan Hingga Tantangan Menuju 2029

September 22, 2026
PBB, Sejarah Perpecahan Hingga Tantangan Menuju 2029

PBB, Sejarah Perpecahan Hingga Tantangan Menuju 2029

September 22, 2026
Ormas Nasgoro (Nasional Komunitas Gotong Royong) Fokus Pembangunan Ekonomi Kerakyatan Di Awal Berdiri

Ormas Nasgoro (Nasional Komunitas Gotong Royong) Fokus Pembangunan Ekonomi Kerakyatan Di Awal Berdiri

September 20, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Oktober 11, 2024
Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Desember 05, 2024
Di Aceh, Wagub Dan Kadis Kesehatan Kaltim Temui Helper Muhammad Qasim

Di Aceh, Wagub Dan Kadis Kesehatan Kaltim Temui Helper Muhammad Qasim

April 23, 2026

Trending News

Sejarah Partai Islam Mulai PSII Dan MASYUMI, Sejarah Perpecahan Hingga Tantangan Menuju 2029

Sejarah Partai Islam Mulai PSII Dan MASYUMI, Sejarah Perpecahan Hingga Tantangan Menuju 2029

September 22, 2026
PBB, Sejarah Perpecahan Hingga Tantangan Menuju 2029

PBB, Sejarah Perpecahan Hingga Tantangan Menuju 2029

September 22, 2026
Ormas Nasgoro (Nasional Komunitas Gotong Royong) Fokus Pembangunan Ekonomi Kerakyatan Di Awal Berdiri

Ormas Nasgoro (Nasional Komunitas Gotong Royong) Fokus Pembangunan Ekonomi Kerakyatan Di Awal Berdiri

September 20, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak