Turun Menangkan Salaf, Ketua BM PAN Malang Isman Hakim Wahyudi Gelorakan Massa Pendukung
Keteranga Foto : Demi Kemajuan Malang rela Turun Menangkan Salaf, Ketua BM PAN Malang Isman Hakim Wahyudi Gelorakan Semangat Massa Pendukung
Ketua DPD Barisan Muda PAN Kabupaten Malang Isman Hakim Wahyudi turun langsung memenangkan Duet Salaf.
"Rantingisasi dan pembasisan BM-PAN terus kita perluas di pelosok, kami akan habis-habisan memenangkan Salaf"tandas Wakil Ketua DPD PAN Malang ini.
Isman menyebut pihaknya sudah kontak batin dengan Pasangan Salaf dan ini pasangan paling berenergi aura dan visinya untuk Malang
Sementara itu salah satu Janji Cabup, Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Malang, HM Sanusi – Lathifah Shohib, bakal menjadikan peningkatan kualitas pendidikan. Terutama di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), sebagai program prioritas jika nantinya diberi amanah untuk memimpin Kabupaten Malang.
Alasannya, pendidikan di tingkat PAUD dinilai sangat penting. Karena merupakan pondasi dari segala tingkatan pendidikan.
“Kami punya keyakinan, PAUD ini sangat penting. Karena pondasi pendidikan anak-anak untuk ke depan.”
“Jadi kalau posisinya sudah kuat, pembangunan pendidikan kedalam akan lebih baik,” kata Lathifah, usai kampanye di Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jumat (18/10/2024) sore.
Meningkatkan kualitas pendidikan ini, tambahnya, merupakan tugas utama dari pemerintah daerah (Pemda). Sehingga jika nanti bersama Sanusi, terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Malang, pihaknya akan berupaya secara optimal untuk peningkatan hal tersebut.
“Tugas dari lembaga pemerintah yang pertama adalah meningkatkan kualitas lembaga-lembaga PAUD, yang ada di Kabupaten Malang. Baik yang dimiliki oleh muslimat maupun yang dikelola oleh yayasan-yayasan yang lain,” ungkap mantan anggota DPR RI itu.
Saat disinggung terkait tingginya angka anak putus sekolah di Kabupaten Malang saat ini, yang mencapai 19 ribu anak, Lathifah juga jika bersama Sanusi, sudah memiliki program untuk menekan angka anak putus sekolah tersebut.
“Kami akan mendata putus sekolah itu disebabkan karena apa. Kalau sebabnya karena kekurangan biaya, maka akan kita carikan upaya-upaya, supaya tidak mengalami kesulitan biaya. Baik itu dari program Indonesia Pintar, beasiswa yang lain.”
“Mungkin dari CSR pabrik-pabrik yang ada di Kabupaten Malang ini, sebagian kami gunakan untuk beasiswa bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu, supaya tidak putus sekolah,” imbuh Lathifah.


Posting Komentar