Merajut Asa di Meja Kopi: Konsolidasi Senyap dan Sinergi Kemanusiaan MADAS Nusantara Jatim
Merajut Asa di Meja Kopi: Konsolidasi Senyap dan Sinergi Kemanusiaan MADAS Nusantara Jatim
Di bawah tenda warung sederhana hingga ruang rapat resmi Basarnas, Dewan Pimpinan Wilayah MADAS Nusantara Jawa Timur tengah menempa ulang arah geraknya. Bukan sekadar kumpul-kumpul biasa, ada ambisi besar untuk meredefinisi peran ormas di tengah karut-marut potensi kebencanaan.
SURABAYA — Asap tipis mengepul dari cangkir-cangkir kopi yang tersaji di atas meja aluminium panjang. Suasana malam itu jauh dari kesan kaku birokrasi. Sejumlah pengurus inti Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) MADAS Nusantara Jawa Timur tampak duduk melingkar, larut dalam perbincangan serius namun santai. Pertemuan rutin semacam ini bukan sekadar agenda seremonial melepas penat; di sinilah denyut nadi organisasi dipompa.
Bagi MADAS Nusantara Jatim, kesolidan tidak lahir dari instruksi satu arah di atas kertas, melainkan dari intensitas tatap muka para punggawanya. Pertemuan rutin pengurus inti ini menjadi dapur perumusan strategi untuk memperkuat langkah organisasi agar lebih mengakar dan berdampak nyata di masyarakat.
Namun, konsolidasi internal itu rupanya berjalan seiring dengan perluasan sayap ke luar. Organisasi masyarakat ini sadar, kekuatan internal belumlah cukup tanpa jalinan simpul kerja sama dengan instansi strategis negara.
Langkah konkret itu terwujud nyata ketika jajaran DPW MADAS Nusantara Jatim melangkah masuk ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Surabaya di Jalan Raya Juanda, Sidoarjo. Kedatangan mereka bukan sekadar bertamu, melainkan membawa misi kemanusiaan: membangun sinergisitas siaga bencana.
Di tengah ancaman potensi bencana alam yang kerap mengintai berbagai wilayah di Jawa Timur, kehadiran ormas yang peduli sosial menjadi amunisi tambahan bagi negara. Pertemuan dengan Basarnas ini dibingkai sebagai langkah antisipatif dini—sebuah ikhtiar merajut jejaring lintas sektoral agar ketika musibah datang, elemen masyarakat dan badan resmi pemerintah tidak berjalan sendiri-sendiri.
Dari meja-meja warkop tempat mereka merajut kata, hingga ke ruang-ruang resmi instansi negara tempat mereka meneken asa, MADAS Nusantara Jatim sedang membuktikan satu hal: bahwa ormas daerah hari ini tengah bertransformasi dari sekadar kelompok solidaritas kultural menjadi aktor strategis dalam mitigasi sosial




Posting Komentar