Sinyal Silaturahmi dan Nasihat Keteguhan dari Rumah Aburizal Bakrie
Sinyal Silaturahmi dan Nasihat Keteguhan dari Rumah Aburizal Bakrie
JAKARTA — Sepotong foto di media sosial kerap menyimpan cerita yang melampaui visualnya. Hal itu tercermin dari unggahan terbaru Wakil Ketua Bakrie Amanah, Teguh Anantawikrama, melalui akun Instagram miliknya, @teguhtatong.
Dalam unggahan tersebut, Teguh tampak berdiri berdampingan dengan Aburizal Bakrie—tokoh senior sekaligus pendiri kelompok usaha Bakrie yang akrab disapa Bang Ical. Diiringi alunan lagu Ku Bahagia milik Melly Goeslaw, suasana hangat dan bersahaja menyelimuti pertemuan dua generasi tersebut.
Sebagai salah satu pimpinan lembaga pengelola zakat dan pemberdayaan sosial di bawah naungan kelompok usaha tersebut, Teguh menyampaikan rasa bahagianya dapat kembali bersilaturahmi dan menimba kearifan dari Bang Ical.
"Bahagia melihat Bang Ical @aburizalbakrie.id tetap semangat memberi wejangan bagi kami yang lebih muda," tulis Teguh.
Unggahan itu bukan sekadar rekaman momen perjumpaan. Teguh membagikan kembali salah satu wejangan berharga tentang daya tahan dan integritas kepemimpinan yang pernah ditanamkan oleh seniornya tersebut:
"Tak pernah lupa dulu sekali beliau mengatakan 'jangan pernah lari dari masalah Guh, hadapi saja. Masalah akan selalu datang dari waktu ke waktu'. Terima kasih Bang selalu menjadi panutan kami dalam bertindak. Semoga Allah selalu melindungi Bang Ical," lanjut Teguh.
Etos "Jangan Lari dari Masalah" dan Keberlanjutan Misi Sosial
Di lingkungan kelompok usaha Bakrie, pesan moral untuk terus menghadapi tantangan menjadi modal penting, terutama bagi lembaga filantropi seperti Bakrie Amanah yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat dan aksi kemanusiaan.
Nasihat "jangan pernah lari dari masalah" menggarisbawahi komitmen para pengelola lembaga sosial dalam menjawab berbagai persoalan ekonomi-sosial di tengah masyarakat. Masalah sosial yang datang berganti menuntut keteguhan kepemimpinan dan konsistensi aksi nyata.
Bagi Teguh Anantawikrama, silaturahmi dengan figur seperti Aburizal Bakrie menjadi momen penyegaran arah dan penguat komitmen kepemimpinan. Sebuah penegasan bahwa di balik program kemanusiaan dan keberlanjutan sosial yang dijalankan, ada pengalaman panjang serta nasihat keteguhan dari para pendahulu yang terus dirawat.


Posting Komentar