Meja Kayu, Piring Warteg, dan Pesan Cinta Bagi Perjuangan UMKM Bersama Pembela Aspirasi Rakyat
Meja Kayu, Piring Warteg, dan Pesan Cinta Bagi
Perjuangan UMKM Bersama Pembela Aspirasi Rakyat
Sebuah perbincangan santai di warung tegal merajut narasi ekonomi kerakyatan dan stabilitas politik di bawah bayang-bayang transisi kekuasaan.
TANGERANG — Siang itu, Senin, 5 Oktober 2026, suasana di sebuah warteg kawasan Green Lake City, Kota Tangerang, Banten, tampak berbeda. Di meja kayu sederhana yang dikelilingi bendera-bendera kecil, dua sosok duduk berhadapan di tengah kepulan aroma sedap hidangan Nusantara. Mereka adalah Ketua Umum APKLI Merah Putih, Ali Mahsun—tampil mencolok dengan baju putih berlogo khas—dan Pemimpin Redaksi JakartaInside.Com, Rahman Sugidiyanto.
Pertemuan ini bukan sekadar jamuan makan siang biasa. Di atas meja, di samping piring berisi nasi dan lauk pauk serta segelas es teh manis, terbentang diskursus serius mengenai arah angin politik dan ekonomi nasional. Momen tersebut menjadi prolog hangat menjelang rekaman Podcast by JakartaInside.Com.
Topik yang diangkat bukan main-main: "Peran Sufmi Dasco Dalam Stabilitas Pemerintahan Prabowo Terhadap Ekonomi Rakyat". Ali Mahsun, dengan gaya bertuturnya yang khas, membedah bagaimana jejaring politik dan stabilitas pemerintahan di bawah kendali Presiden Prabowo Subianto berkelindan erat dengan denyut nadi pedagang kaki lima serta pelaku ekonomi kerakyatan. Bagi Ali, stabilitas politik nasional adalah harga mati agar gerobak-gerobak rakyat kecil bisa terus berputar tanpa tergilas ketidakpastian global.
Menariknya, diskursus bernas ini bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang jatuh tepat pada 5 Oktober 2026. Dari sebuah warung sederhana di sudut Tangerang, pesan tentang pentingnya sinergi antara stabilitas pertahanan, ketahanan politik, dan kesejahteraan ekonomi rakyat disuarakan dengan lantang—membuktikan bahwa diskursus tingkat tinggi tidak selalu harus lahir dari ruang sidang mewah, melainkan bisa dimulai dari sebungkus nasi warteg dan secangkir gagasan jernih
Keterangan Gambar : Abdullah Amas, Koordinator Pimpinan Nasional Jaringan Alumni Muda HMI (Pimnas JAM-HMI)






Posting Komentar