Koordinator Muhammad Rozi Institute Ucapkan Selamat Atas Youth Award Bersemi Yang di Pundak Ketua Karang Taruna DKI Ketua Akmal Budi Yulianto
Muhammad Rozi Institute (MRI)
Ucapkan Selamat Atas Youth Award Bersemi Yang di Pundak Ketua Karang Taruna DKI Ketua Akmal Budi Yulianto
Penghargaan Pada Ketua Karang Taruna DKI Tersebut. Kiki Mufida,Direktur Muhammad Rozi Institute (MRI) menegaskan hal tersebut adalah hadiah bagi Karang Taruna se DKI Jakarta. Muhammad Rozi Institute adalah komunitas pendukung cita-cita untuk Rakyat oleh Ketum Pemuda HANURA M.Rozi
Ya, Angin malam Ibu Kota berembus pelan membawa riuh rendah perbincangan di sudut-sudut gelanggang pemuda. Di tengah dinamika sosial yang kerap kali melelahkan, sebuah kabar menggembirakan datang menyapa. Ketua Karang Taruna DKI Jakarta, Akmal Budi Yulianto resmi dinobatkan sebagai penerima penghargaan bergengsi Jakarta Youth Award 2026. Sebuah apresiasi tertinggi yang merayakan dedikasi luar biasa di kancah kepemudaan.
Pengakuan atas prestasi tersebut segera memantik gelombang sukacita dari berbagai penjuru, termasuk dari barisan penggerak akar rumput. Kiki Mufida, Muhammad Rozi Institute (MRI)—komunitas pendukung cita-cita kerakyatan yang diinisiasi oleh tokoh muda sekaligus Ketua Umum Pemuda HANURA, Muhammad Rozi—menyambut hangat pencapaian tersebut dengan nada penuh kebanggaan.
Bagi Kiki, penghargaan yang diraih Akmal Budi Yulianto bukanlah sekadar trofi berkilau yang dipajang di atas meja birokrat. Lebih dari itu, pencapaian ini adalah sebuah manifestasi kemenangan kolektif.
"Ini adalah hadiah yang membanggakan bagi seluruh kader Karang Taruna se-DKI Jakarta. Pengakuan ini membuktikan bahwa kerja-kerja sunyi di panggung sosial, yang kerap luput dari sorotan kamera, ternyata meninggalkan jejak pengabdian yang nyata bagi masyarakat," ujar Kiki Mufida dalam keterangannya.
Menyalakan Lentera di Akar Rumput
Perjalanan Karang Taruna di bawah kepemimpinan ABY memang diwarnai oleh berbagai ikhtiar merajut kepedulian sosial di tengah kerasnya nadi kehidupan metropolitan. Dari gang-gang sempit permukiman padat hingga ruang-ruang publik di lima wilayah kota administrasi, denyut nadi pemuda diuji dalam merespons persoalan sosial—mulai dari pemberdayaan ekonomi kreatif hingga penanganan kerentanan sosial warga kota.
Di sinilah titik temu antara visi kepemudaan dan gerakan kerakyatan menemukan jalannya. Muhammad Rozi, tokoh muda yang juga memegang tampuk kepemimpinan Pemuda HANURA, kerap menekankan pentingnya kehadiran pemuda bukan sebagai penonton, melainkan sebagai mesin penggerak perubahan sosial yang solutif. Melalui dukungan moral dari komunitas seperti Sahabat Rozi Nusantara, sinergi antara simpul-simpul kepemudaan di Jakarta diharapkan kian terkonsolidasi dengan kokoh.
Penghargaan Jakarta Youth Award 2026 pun dipandang sebagai momentum refleksi. Di satu sisi, apresiasi ini melecut semangat kaum muda untuk terus berbuat. Namun di sisi lain, ia menjadi pengingat bahwa tantangan Jakarta ke depan—dengan segala kompleksitas urban-nya—membutuhkan bahu yang lebih kuat dan tangan yang lebih sigap dari para pemudanya.
Kini, piala telah di tangan, dan gema ucapan selamat terus mengalir. Namun, ujian sesungguhnya bagi sang ketua dan ribuan kader Karang Taruna DKI Jakarta baru saja dilanjutkan : merawat nyala api pengabdian agar tidak pernah padam di tengah riuhnya panggung politik dan sosial Ibu Kota.
Ya, Akmal Budi Yulianto salah satu peraih dianugerahi Jakarta Youth Award (JYA) 2026. Ketua Karang Taruna DKI Jakarta itu dinobatkan dianugerahi penghargaan karena kiprahnya di Jakarta menjai inspirasi pemuda.
Jakarta Youth Award 2026 yang digagas oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemuda Jakarta sudah berlangsung selama 16 tahun dan digelar saat perayaan Sumpah Pemuda.
Akmal dinyatakan lolos oleh Tim Panitia Seleksi (Pansel) Jakarta Youth Award 2026 setelah dilakukan seleksi secara ketat.
ABY sapaan akrab Akmal dinilai memenuhi indikator penilaian sebagai pemimpin muda yang responsif dan inspiratif.
“Momentum Sumpah Pemuda harus dijadikan pijakan filosofis bagi anak muda Jakarta untuk terus menggembleng kapasitas diri. Jakarta harus mampu mencetak banyak ‘Doel Baru’. Ini bukan sekadar slogan, melainkan pendorong filosofis agar generasi muda kita siap menghadapi dinamika serta tantangan masa depan yang semakin kompleks,” tegas ABY saat menerima penghargaan yang digelar di Gedung Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (27/10).
ABY juga mengenang kenangan publik akan akar sejarah Karang Taruna yang lahir di Kota Jakarta pada 26 September 1960. Menurutnya, sejak awal berdiri, Karang Taruna digagas untuk menjadi benteng sosial sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Lebih jauh lagi, ABY mengapresiasi keinginan ajang Jakarta Youth Award yang dinilainya konsisten memberi ruang apresiasi bagi penggerak kepemudaan sejak tahun 2010. Ia berharap ajang semacam ini terus didukung dan ditingkatkan kualitasnya dari masa ke masa.
“Kita membutuhkan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang pemuda secara berkelanjutan demi mempersiapkan generasi unggul menuju Generasi Emas 2050,” tutupnya.
Presidium Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Pemuda Jakarta (KMSPJ), Kelik Widjonarko, menjelaskan bahwa ajang ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi para tokoh dari pelbagai latar belakang, mulai dari aktivis mahasiswa, atlet, birokrat, politisi, jurnalis, hingga profesional.
“Para penerima penghargaan ini memiliki peran kuat dalam penguatan nilai kebersamaan, kolaborasi, keteguhan, serta loyalitas pada profesinya masing-masing dalam membangun Jakarta,” ujar Kelik dalam Berbagainya.
Kelik menambahkan, 10 penerima penghargaan ini menyisihkan 73 nama kandidat setelah melalui proses verifikasi ketat selama enam bulan, terhitung sejak Mei hingga Oktober 2026.
Ia berharap penghargaan ini memicu semangat untuk terus mewujudkan Jakarta menjadi kota global yang berbudaya. “Dari 73 nama yang diusulkan, tersaring 10 tokoh yang memenuhi kriteria,” kata Kelik.
Keterangan Gambar : Muhammad Rozi, Ketum Pemuda HANURA. Muhammad Rozi Institute (MRI) yang dipimpin Kiki Mufida merupakan lembaga yang didirikan kaum muda pendukung Pemikiran Ketum Pemuda HANURA Muhammad Rozi



Posting Komentar