Aroma Kopi, Aspirasi, dan Jejaring Trisakti
DENGERIN ASPIRASI DI WARUNG KOPI
Bareng Azis Syamsuddin
Ruang dengar aspirasi, silaturahmi, dan diskusi Alumni Fakultas Hukum Trisakti lintas angkatan, lintas profesi, dan dunia usaha, buat dengerin ide, nyambungan jejaring, cari solusi, untuk kita bisa #majuBersama.
AZIS SYAMSUDDIN MEMBAWA #perubahan
-Demikian kutipan sebuah akun Instagram tersebut-
JAKARTA — Kepulan asap rokok tipis dan aroma pekat biji kopi menyatu di sudut Kedai Kopi Langit Seduh Selatan, Ampera, Jakarta Selatan. Di balik kesederhanaan warung kopi, malam itu, Jumat, 9 Oktober 2026, denyut nadi diskursus hukum dan jejaring profesional berdetak kencang. Bukan di ruang sidang atau hotel berbintang, para alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti memilih meja-meja kedai kopi sebagai arena merajut gagasan.
Acara bertajuk "Dengerin Aspirasi di Warung Kopi" yang diinisiasi oleh Azis Syamsuddin ini menghadirkan suasana cair namun bernas. Mengusung semangat #majuBersama, pertemuan lintas angkatan, lintas profesi, hingga pelaku dunia usaha ini menjadi ruang peleburan ide untuk mencari solusi atas berbagai persoalan nyata.
Bagi Azis Syamsuddin, warung kopi adalah medium egaliter tempat diskursus publik menemukan bentuk jujurnya. Kehadiran para tokoh alumni FH Trisakti memperkuat esensi acara ini sebagai ruang dengar aspirasi, silaturahmi, dan kolaborasi. Sejumlah figur penting tampak duduk satu meja, mulai dari Henry Yosodiningrat (Senior Lawyer), Bono Daru Adji (Managing Director Legal Danantara), Ezar Ibrahim (Master Campaign Azis), hingga deretan nama lain yang memegang peran strategis di berbagai sektor. Diskusi malam itu dipandu secara dinamis oleh Poppy Zeidra selaku Ketua Komite Kemitraan Strategic Kadin Indonesia.
Bukan sekadar ajang bernostalgia almamater, forum ini menyoroti pentingnya konektivitas dan kolaborasi berdampak. Di tengah kompleksitas tantangan zaman, para alumni membedah bagaimana jejaring hukum dan bisnis dapat diselaraskan untuk membawa perubahan positif. Dari meja warkop, secangkir kopi mengepulkan asa—membuktikan bahwa gagasan besar sering kali lahir dari obrolan santai yang membumi.


Posting Komentar