Lembaga Abdullah Amas Strategic Puji Pramono Anung Pimpin Jakarta
Lembaga Abdullah Amas Strategic Puji Pramono Anung Pimpin Jakarta
Jakarta berbenah. Di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung, wajah ibu kota perlahan menunjukkan ritme baru yang lebih tertib. Mulai dari pembersihan sisa-sisa tiang mangkrak proyek transportasi massal hingga perapihan ruang publik, perubahan itu kini mulai dirasakan warga.
Direktur Lembaga Abdullah Amas Strategic sekaligus Pemimpin Redaksi Amas Persada News, Abdullah Amas, memuji langkah progresif tersebut. Menurutnya, Pramono menampilkan kepemimpinan yang matang, tenang, serta berimbang antara gagasan dan kerja nyata di lapangan.
"Pramono adalah Gubernur yang matang dan tenang sekali dalam berbuat untuk Jakarta. Beliau adalah Gubernur yang kualitas aksi maupun kualitas kontennya sama-sama nyata," ujar Amas, Kamis (17/9/2026).
Jejak Rekam dan Ketahanan Politik
Bagi kalangan yang mengenalnya sejak lama, ketelitian Pramono dalam mengurus detail bukan hal baru. Amas, yang juga mantan Wakil Sekjen Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), mengenang Pramono sebagai sosok yang konsisten membumi bahkan sejak berkantor di Senayan.
"Saya ingat dulu di DPR, pada bawahan, staf, bahkan orang bersih-bersih di DPR pun, Pramono selalu ringan tangan membantu," kenang Amas.
Rekam jejak panjang di kancah politik nasional—mulai dari kursi Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan hingga anggota DPR—menempa Pramono menjadi figur dengan stamina politik tinggi dan loyalitas teruji. Pilihan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menjatuhkan mandat kepada Pramono dinilai bukan keputusan sembarangan.
"Megawati Soekarnoputri takkan keliru memilih orang. Megawati yang sangat jeli dan teliti pasti mempertahankan orang yang setia dan bekerja nyata. Itu sebabnya Pramono dipilih," tambahnya.
Simbolik 10 Muharram dan Tantangan ke Depan
Di luar aspek teknokratis dan politis, Amas juga menyoroti latar belakang kultural sang Gubernur. Pramono diketahui lahir pada tanggal 10 Muharram, hari yang memiliki makna historis mendalam dalam tradisi Islam.
"Dari sisi tanggal lahir, beliau lahir di tanggal yang banyak menuai pertolongan Allah bagi para nabi, ya tepat 10 Muharram. Semoga menjadi pertanda Pramono adalah pemimpin yang banyak ditolong Allah dan mendapat berkah dalam menyelesaikan berbagai persoalan berat Jakarta," pungkas Amas.
Kini, ujian sesungguhnya terletak pada bagaimana ketenangan dan ketelitian birokratis tersebut mampu mengurai benang kusut masalah menahun di Jakarta, dari kemacetan hingga tata ruang. Warga Jakarta tentu menanti, apakah sang juru rinci ini sanggup mengubah janji perubahan menjadi legasi yang abadi.



Posting Komentar