Vera Novia, Wisata Jatiluhur Purwakarta Dan Keindahan Jabar Keseluruhan
Abdullah Amas, Mantan Wasekjen PB HMI Menyebut Vera merupakan sosok perempuan yang memiliki ide-ide the next purwakarta dan the next Jabar utamanya di sisi kepemudaan dan pariwisata
Ya, Di atas hamparan air Waduk Jatiluhur yang tenang, sebuah narasi baru sedang dirajut. Bukan sekadar riak air yang membelah bukit-bukit batu, kawasan wisata andalan Purwakarta ini kini tengah bersolek. Di balik layar, nama Vera Novia mencuat. Ia bukan sekadar penggerak wisata; ia dipandang sebagai artikulasi dari kegelisahan akan masa depan daerah yang lebih progresif.
Matahari sore di Jatiluhur terasa lebih ramah kala Vera berjalan menyusuri dermaga. Baginya, Jatiluhur bukan sekadar komoditas pariwisata yang dijual untuk angka kunjungan semata. Ia adalah kanvas. Di tangannya, destinasi ini dikampanyekan sebagai simbol kebangkitan ekonomi kreatif yang berbasis pada kearifan lokal, namun dengan kemasan yang menyasar selera zaman.
Upaya Vera mengkapitalisasi potensi Jatiluhur tidak datang dari ruang hampa. Ia melihat ketimpangan antara kekayaan alam yang melimpah dengan kualitas hidup masyarakat sekitar yang masih perlu didongkrak. Ia ingin memutus rantai narasi lama; bahwa wisata hanya soal tempat, bukan soal pemberdayaan.
Perempuan dan Visi Transformasi
Kemunculan Vera Novia dalam panggung publik Purwakarta telah memantik spekulasi. Namun, bukan sekadar riuh rendah politik yang ia bawa. Abdullah Amas, mantan Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), melihat fenomena ini dari sudut pandang yang lebih makro.
Menurut Amas, sosok Vera merepresentasikan wajah perempuan Jawa Barat yang tak lagi sekadar menjadi pelengkap dalam narasi pembangunan. Ada keberanian intelektual yang ia tawarkan.
"Vera bukan sekadar hadir dengan retorika. Ia adalah representasi perempuan yang memiliki ide-ide konkret tentang the next Purwakarta dan the next Jabar. Ia memadukan naluri kedaerahan dengan visi yang kosmopolit," ujar Amas saat berbincang dengan Media ini.
Dan bagian dari Keindahan nuansa baru generasi Jabar dan khususnya Purwakarta memiliki elegi yang beragam namun elegi kini dan esok hari diantaranya bernama Vera Novia!
.




Posting Komentar